Gelombang Tinggi, Nelayan Probolinggo Waswas Melaut

PAITON – Cuaca yang kurang mendukung membuat sejumlah nelayan di Kabupaten Probolinggo, waswas untuk melaut. Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo juga telah mengeluarkan imbauan agar nelayan lebih waspada saat melaut. Sebab, sejak beberapa hari terakhir cuaca tidak mendukung dan gelombang tinggi.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Senin (1/10), banyak kapal nelayan yang bersandar di Pelabuhan Perikanan Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Hampir seluruh nelayan memilih menyandarkan kapalnya dan tidak melaut.

Sebab, cuaca belum stabil. Sehingga, mereka memilih memperbaiki kapal atau perahunya. “Memang ada yang melaut, tapi sedikit. Kebanyakan nelayan tidak pergi melaut karena takut gelombang tinggi. Apalagi, saat ini angin dan gelombang di tengah lautan lumayan besar,” ujar seorang nelayan yang memilih memperbaiki jaringnya, Ismail.

Kepala Seksi Operasional Pelabuhan Kesyahbandaran, Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Probolinggo Arif Wahyudi mengaku, sudah menyampaikan kepada masyarakat, khususnya para nelayan di Probolinggo terkait prakiraan cuaca dari BMKG. Pihaknya juga meminta nelayan lebih memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. “Kami hanya bisa mengimbau para nelayan untuk lebih waspada. Melihat dari risiko tinggi terhadap pelayaran diimbau untuk tidak melaut dulu,” ujarnya.

Menurutnya, adanya surat peringatan dini tentang gelombang tinggi dari BMKG perlu diperhatikan. Sebab, hasil prakiraan cuaca, untuk perahu kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Sedangkan, untuk kapal tongkang kecepatan angin lebih dari 16 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Karenanya, menurut Arif, masyarakat dan sejumlah kapal yang beraktivitas di pesisir hendaknya mempertimbangkan prakiraan cuaca ini. “Peringatan dini soal gelombang tinggi dari BMKG ini berlaku mulai 29 September sampai 2 Oktober,” ujarnya. (mas/rud)