Kemarau, Debit Air PDAM Kabupaten Probolinggo Turun 5-10 Liter/Detik

DRINGU – Kemarau panjang membuat persediaan air bersih di Kabupaten Probolinggo, patut diperhatikan. Sejauh ini, telah banyak desa yang dilanda kekeringan. Bahkan, kini debit air di sumber air milik Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Probolinggo, juga menurun.

Penurunan debit air di sumber air itu terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Penurunan debit air di sejumlah pompa milik PDAM Kabupaten Probolinggo, fluktuatif. Antara 5 liter per detik hingga 10 liter per detik.

Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Gandhi Hatoyo mengatakan, turunnya debit air itu akibat kemarau panjang. Menurutnya, menurunnya debit air di sejumlah pompa milik PDAM membuat sedikit resah pelanggan. “Memang debit air di pompa yang kami miliki itu sedikit menurun jumlahnya,” ujarnya.

Gandhi mencontohkan, di pompa air di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto. Di pompa berkapasitas 50 liter per detik itu, kini debit airnya hanya sekitar 40 liter per detik. “Itu, disebabkan kemarau panjang. Kami berharap kemarau segera berakhir. Kemarau ini sangat berpengaruh pada ketersediaan air. Sehingga, berakibat kepada penurunan debit air di beberapa pompa yang kami miliki,” ujarnya.

Mendapati itu, Gandhi mengaku terus berusaha agar para pelanggannya tidak kecewa dan tetap mendapatkan pasokan air bersih. Salah satunya dengan rutin mengirimkan air bersih menggunakan mobil tangki. Tujuannya, mengurangi dan sebagai pelayanan kepada pelanggan PDAM. “Setiap hari kami mengirimkan truk tangki untuk keliling menyuplai air. Kami hanya memiliki satu mobil tangki dan sehari mobil itu keliling sampai 10 kali,” jelasnya.

Menurutnya, jika ditotal, truk tangka berkapasitas 5.000 liter itu sehari bisa mengangkut sekitar 50.000 liter air untuk warga. Puluhan ribu liter air itu dikirim agar warga tak sampai kekurangan air. “Sebanyak 50.000 air itu yang kami suplai setiap hari. Kami menyuplai mulai pagi sampai malam,” ujar Gandhi.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Probolinggo ini mengatakan, suplai air dari PDAM itu dikhususkan untuk daerah yang kekurangan airnya cukup parah. Yakni, daerah-daerah yang akan mendapatkan pasokan air dari proyek pipanisasi air bersih dengan sistem gravitasi yang sejauh ini belum dioperasikan. “Khusus daerah yang bergantung pada proyek air gravitasi Tancak. Yakni, di sekitar Tiris atau wilayah Probolinggo selatan,” ujarnya. (sid/rud/mie)