Kota Probolinggo Diserbu Purel Luar Daerah, Terbanyak dari Lumajang

MAYANGAN – Keberadaan tempat karaoke di Kota Probolinggo, tak bisa dilepaskan dari keberadaan pemandu lagu alias purel. Kamis malam (27/9), Komisi 1 DPRD setempat menggelar razia di tempat karaoke Pop City. Hasilnya, ditemukan 16 purel. Tempat karaoke itu pun diminta tutup pukul 23.50. Para purel, lantas diminta untuk pulang.

Ditutupnya tempat karaoke malam itu, karena Komisi 1 menilai Pop City melakukan pelanggaran terhadap Perda Nomor 9/2015 tentang Penataan dan Pengawasan Tempat Hiburan. “Dalam perda itu sudah menyebutkan bahwa ada larangan menyediakan pemandu lagu. Dan, di sini sudah terbukti itu,” kata Ketua Komisi 1 Abdul Azis.

Azis –sapaan akrabnya– menyebutkan, bukan kali ini saja ditemukan pelanggaran ini. “Beberapa kali sudah ada peringatan terkait pelanggaran ini. Mungkin Pop City tidak menyediakan, tapi membiarkan pemandu lagu ini. Karena itu, kami meminta malam ini Pop City tutup saja. Ini, ada temuan pelanggarannya,” ujarnya.

Sementara itu, belasan pemandu lagu yang ada di room karaoke, kemudian digiring ke Pop Cafe yang berada dalam satu kompleks dengan Pop City. Pemandu lagu ini kemudian didata dan dibina. Rata-rata pemandu lagu itu berasal dari luar Kota Probolinggo.

Berdasarkan data dari Komisi 1, 16 Pemandu lagu itu rinciannya, 7 dari Lumajang, 3 dari Malang, 2 dari Mojokerto, 1 dari Banyuwangi, dan 3 dari Kabupaten Probolinggo. “Memang banyak dari Lumajang. Bisa jadi mereka pindah karena di sana ditutup. Kemarin ada yang bilang katanya langsung balik ke Lumajang,” ujar Abdul Azis.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua DPRD Agus Rudianto Ghofur serta Kasatpol PP Kota Agus Efendi. “Ada beberapa pemandu lagu dari Lumajang. Bisa jadi ini pindahan setelah dilakukan penutupan tempat hiburan karaoke di Lumajang oleh bupati,” ujarnya.

Della, salah satu pemandu lagu yang datang dari Lumajang mengatakan, malam itu ia merayakan ulang tahun. Namun, ia tak mengantongi identitas. Azis tentu tak percaya dengan perkataan Della. Apalagi, Della tak bisa menunjukkan kartu identitas.

Sementara itu, Irvan, supervisor Pop City memastikan bahwa pihaknya tidak menyiapkan pemandu lagu. “Mereka datang ke sini sendiri. Bukan kami menyiapkan pemandu lagu,” ujarnya. (put/rf/mie)