Cawapres Ma’ruf Amin Galang Dukungan ke Ponpes di Pasuruan-Probolinggo

PASURUAN – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, KH. Ma’ruf Amin berkunjung ke Probolinggo-Pasuruan, Jumat (28/9). Kedatangannya, untuk menggalang dukungan dalam pemilihan presiden (pilpres).

KE GENGGONG: KH Ma’ruf Amin saat berkunjung di Ponpes Zainul Hasan Genggong. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Kedatangan Ma’ruf Amin pun disambut ribuan santri. “Mohon doa restunya, saya hijrah dari jalur struktural ke jalur pemerintahan. Karena saya diminta untuk menjadi calon wakil presiden Indonesia. Saya mohon doa dan dukungan dalam pilpres nanti,” katanya saat ditemui di ponpes Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya, Ma’ruf meminta santri untuk tidak minder. Pasalnya, santri dapat menempati posisi apa saja, termasuk presiden. Sejarah sudah membuktikan, Gus Dur yang merupakan santri menjadi presiden. Termasuk dirinya.

Sementara itu, KH Mutawakil Alallah, pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong menyatakan dukungannya atas pencalonan Ma’ruf. Nantinya, kepentingan pesantren lebih terakomodasi seluruh hak dan aspirasinya, jika Ma’ruf Amin jadi.

Usai dari Probolinggo, Kiai Ma’ruf bergeser ke Pasuruan. Tepatnya ke Ponpes Sidogiri, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Ia tiba di pesantren beberapa saat setelah azan Magrib berkumandang. Setibanya di pesantren, Kiai Ma’ruf lantas disambut sejumlah pengurus pesantren dan santri.

Kiai Ma’ruf lalu bergegas menuju kediaman KH Nawawi Abdul Jalil untuk menunaikan Salat Magrib. Tak lama kemudian, tampak KH Abdullah Syaukat Siradj menyusul, menemui Kiai Ma’ruf. Didalam ruang tamu, Kiai Ma’ruf berbincang dengan dua tokoh besar di Ponpes Sidogiri tersebut

Lebih dari 60 menit pertemuan itu berakhir. Kiai Ma’ruf lalu keluar dan menemui sejumlah awak media. Ia menyampaikan, kedatangannya di Ponpes Sidogiri itu tak lain dilakukan untuk meminta dukungan menjelang Pilpres 2019.

“Saya kan sudah dicalonkan sebagai wakil presidennya Pak Jokowi. Karena saya dari komunitas ulama, komunitas pesantren, komunitas santri, maka saya harus pamit kepada kiai-kiai sepuh,” tuturnya. Ia juga mengaku optimistis, perolehan suara nanti akan maksimal.

Sementara itu, Anggota Majelis Keluarga Ponpes Sidogiri KH Abdullah Syaukat Siradj memaparkan pandangannya terkait dukungan yang diberikan kepada KH Ma’ruf Amin. Salah satunya karena ketokohan Ma’ruf Amin di kalangan Nahdliyin yang pernah menjabat sebagai Rais Aam PB NU. (mas/tom/mie)