Retribusi Tiga Tempat Wisata Capai Rp 608 juta, Banyubiru Paling Besar

ANDALAN: Pengunjung menikmati pemandian Banyubiru di Winongan. Tempat wisata ini sudah memberikan pemasukan Rp 570 juta. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Bertambahnya satu lokasi baru untuk retribusi wisata di Kabupaten Pasuruan iIkut berkontribusi pada pemasukan retribusi tempat wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan. Sampai 23 September lalu, tercatat penerimaan sudah mencapai Rp 608 juta.

Agung Maryono, Kepala Disparbud Kabupaten Pasuruan mengatakan, selain 2 tempat wisata yang dikelola Pemkab Pasuruan yaitu Danau Ranu Grati dan Pemandian alam Banyu biru, per Juli lalu juga mulai ditarik wisatawan yang masuk ke Tosari sebelum menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

“Karena memang masih kurang lebih 2-3 bulan, penarikan retribusi di Tosari belum terlalu signifikan. Tapi kurang lebih sudah hampir sama dengan pendapatan retribusi Ranu Grati,” jelasnya.

Untuk penarikan tiket wisata di Tosari memang baru dilakukan awal Juli 2018 lalu. Kendati baru 2-3 bulan, hasil retribusi mencapai Rp 14.780.000. Untuk di Tosari ini, Disparbud memang belum memberikan target ini lantaran masih melihat situasi karena masih baru dibuka.

Selain itu juga karena baru dibuka di musim kemarau, pendapatan retribusi di Tosari, angkanya memang masih kecil. Terutama setelah terjadi kebakaran di kawasan TNBTS, sehingga pengunjung masih belum tinggi kecuali saat akhir pekan.

Sedangkan pemandian alam Banyubiru mendapatkan retribusi tertinggi mencapai Rp 570 juta dan disusul Danau Ranu Grati sebesar Rp 22,897 juta. Sehingga total dari retribusi 3 lokasi wisata diatas sebesar Rp 608,114 juta atau 86,9 persen dari target akhir tahun sebesar Rp 700 juta.

Dengan sisa 3 bulan sampai tutup tahun, Disparbud Kabupaten Pasuruan optimistis target sebesar Rp 700 bisa tercapai. Ini lantaran selain penerimaan terdongkrak saat akhir pekan. Liburan akhir tahun nantinya dipastikan akan mendongkrak penerimaan sehingga target optimis bisa terlampaui. (eka/fun)