Ada Tol di Probolinggo, Sektor UKM Bisa Terpukul

MAYANGAN-Pembangunan jalan tol di Probolinggo, terancam bisa memukul usaha kecil di Kota Probolinggo. Prediksi ini merupakan hasil kajian Bappeda Litbang Kota Probolinggo tentang dampak pembangunan jalan tol di Probolinggo.

“Keberadaan pembangunan tol di wilayah Probolinggo memang mempermudah akses transportasi. Tapi, juga akan berdampak pada sektor yang lain. Ini, sedang kami kaji dampaknya,” terang Rey Suwigtyo, kepala Bappeda Litbang Kota Probolinggo.

Tyo –sapaannya- menjelaskan, keberadaan tol membuat kendaraan pariwisata dari Surabaya atau Malang yang akan menuju Banyuwangi atau sebaliknya, tidak perlu lagi melalui kota. “Langsung saja lewat tol. Akibatnya, bus pariwisata tidak akan mampir ke toko oleh-oleh di Kota Probolinggo karena lewat jalan tol,” ujarnya.

Jika hal ini tidak diantisipasi, menurutnya, jelas akan merugikan usaha di Kota Probolinggo. Seperti pusat oleh-oleh di Ketapang, yang tidak akan dilewati bus pariwisata maupun kendaraan-kendaraan yang akan menuju Banyuwangi-Bali atau sebaliknya.

Karena itu, Tyo sepakat dengan usulan presiden bahwa rest area di Jalan Tol baiknya digunakan untuk usaha yang bersifat lokal seperti UKM. “Memang seharusnya seperti itu. rest area diisi oleh usaha-usaha yang mengangkat lokalitas,”

Memang menurutnya, jalur tol ini hanya melewati sebagian wilayah Kota Probolinggo. “Namun, kita bisa mengupayakan misalnya kerja sama dengan Kabupaten Probolinggo untuk menempatkan produk hasil UKM Kota Probolinggo,” ujarnya. (put/hn)