Duh, 8 Bulan, 105 Pelajar di Probolinggo Terlibat Kecelakaan

JUMLAH kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Polres Probolinggo, masih cukup tinggi. Sepanjang Januari-Agustus 2018, setidaknya sudah terjadi 340 kecelakaan. Dari ratusan kasus itu, banyak juga yang melibatkan pelajar dan mahasiswa. Baik sebagai korban, maupun sebagai pelaku.

Dari data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pada Januari pelaku laka lantas ada 5 orang pelajar dan 2 orang mahasiswa. Februari ada 7 pelajar dan 23 mahasiswa. Maret ada 2 pelajar dan mahasiswa kosong.

Dan, pada April ada 2 pelajar dan mahasiswa nihil. Mei ada 7 pelajar dan 1 mahasiswa. Juni, ada 6 pelajar dan mahasiswa kosong. Juli, ada 5 pelajar dan mahasiswa kosong. Bulan Agustus, ada 3 pelajar dan 1 orang mahasiswa.

Sedangkan, korban dari kalangan pelajar dan mahasiswa lebih banyak lagi. Januari lalu, ada 7 pelajar dan 1 mahasiswa jadi korban laka lantas. Februari, ada 10 pelajar dan 1 mahasiswa. Maret, ada 7 pelajar dan dari mahasiswa nihil.

Pada April, masing-masing 4 pelajar dan 4 mahasiswa. Mei, ada 10 pelajar dan seorang mahasiswa. Juni, ada 15 pelajar dan dari mahasiswa kosong. Juli, ada 8 pelajar dan seorang mahasiswa. Bulan kemarin, ada 7 pelajar dan 4 mahasiswa.

Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Ipda Nyoman Harayasa mengatakan, dari sekian banyak kasus laka lantas tidak sedikit yang merenggut nyawa para pelajar. Banyak juga di antara mereka yang mengalami luka berat dan luka ringan.

“Masih banyak kecelakaan yang melibatkan pelajar. Dari data, jika dijumlah dari Januari hingga Agustus korban dari kalangan pelajar ada sekitar 68 orang dan mahasiswa sekitar 12 orang. Sedangkan, sebagai pelaku ada sekitar 37 pelajar dan 27 mahasiswa,” jelasnya.

Dengan banyaknya kecelakaan yang melibatkan pelajar itu, membuat pihak kepolisian prihatin. Karenanya, Nyoman mengaku, pihaknya tidak kenal lelah melakukan penyuluhan untuk mengurangi angka kecelakaan yang melibatkan pelajar.

“Kami terus melakukan penyuluhan ke tiap-tiap sekolah. Sebab, mereka perlu didekati dan dirangkul. Sehingga, mengerti akan bahayanya kendaraan bermotor jika tidak hati-hati di jalan,” ujarnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga masih mencari solusi paling tepat untuk mengurangi angka kecelakaan di kalangan pelajar. Menurutnya, solusi itu dicari agar tidak ada lagi pelajar yang meregang nyawa di jalan. “Solusi yang pas masih kami cari. Sehingga, nanti tidak ada kecelakaan yang mengakibatkan pelajar meninggal di jalan,” ujarnya. (sid/rud/mie)