Pembunuh Kakak Ipar di Hutan Sumberkare Masih Buron, Ini Upaya Polisi

WONOMERTO – Anggota Unit Reskrim Polsek Wonomerto terus memburu Rosidi alias RS, pelaku pembacokan pada Solihin, 32, (bukan 38 seperti berita sebelumnya), kakak iparnya. Gara-gara aksi nekat Rosidi itulah, Solihin, warga Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo itu tewas.

Kapolsek Wonomerto AKP Sugianto menerangkan, hingga Sabtu (22/9) anggota masih melacak keberadaan RS. “Kami door to door untuk melacak keberadaan RS,” terangnya. Tujuannya, mencari keberadaan RS. Juga mengantisipasi agar RS tidak sampai melarikan diri keluar daerah atau keluar kota.

Karena itu, Polsek Wonomerto bekerjasama dengan sejumlah pihak agar cepat menangkap RS. Di antaranya, dengan Reskrim Polresta, Dinas Perhubungan (Dishub) dan bagian terminal. Termasuk anggota yang ngepam di area sekitar terminal.

“Kami tempatkan anggota dan telah koordinasi dengan pihak lainnya. Minimal jika mengetahui keberadaan RS, agar dicegat. Sehingga tidak sampai kabur keluar daerah atau kota,” imbuhnya.

Sementara itu, kondisi istri korban tewas yang kena sabetan parang pelaku, saat ini sudah lebih baik. Aliana Rosida alias Aliana Sofi’ah, 22, bahkan sudah diperbolehkan pulang.

Solihin sendiri tewas setelah dibacok RS, suami adik iparnya, Jumat (21/9), pukul 16.46. Korban mengalami 8 luka bacokan. Ia dibacok di depan istrinya, Alian Rosida alias Aliana Sofi’ah, 22, di area hutan Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo.

RS tidak sendiri, melainkan dibantu satu orang. pembacokan itu dipicu masalah asmara. RS menduga, korban berselingkuh dengan SY, 20, istrinya yang tidak lain adik dari istri korban.

RS pun mengajak korban bertemu di rumahnya di Desa Sumberkare. Korban pun datang dengan mengajak istrinya. Sayangnya belum sampai di rumah pelaku, tepatnya di sekitar jembatan hutan desa setempat, RS sudah menunggu.

Dengan satu temanya yang belum diketahui identitasnya, RS langsung memberhentikan motor korban. Dia lantas membacok korban.

Akibatnya korban mengalami 8 luka bacokan. Yaitu di dada, perut atas, bahu kanan, dan pinggang atas. Bahkan istri korban yang berupaya untuk melerai juga tersabet parang yang dibawa pelaku. Akibatnya, istrinya korban mengalami luka di tangan kanan dan jempolnya.

Korban pun tewas di lokasi kejadian. Sedang istrinya dirawat di IGD RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo. (rpd/hn)