Mobil Disasak KA BBM di Perlintasan tanpa Palang, Pasutri Luka Parah

REMBANG–Agenda jalan-jalan saat weekend yang dilakukan pasangan suami istri (pasutri), Jati Purnomo, 33, warga Patangpuluhan, Kecamatan Wirodrajan, Jogjakarta dan istrinya, Palupi Dewi Maryono, 27, warga Argopuro, Kademangan, Kota Probolinggo, berujung tragedi. Pasutri yang baru menikah dua tahun ini harus dilarikan ke RSUD Bangil setelah mobilnya disasak kereta api muatan BBM.

Keduanya mengalami luka parah. Lengan kiri Palupi Dewi patah. Paha kanannya juga lecet-lecet. Sementara suaminya, Jati Purnomo, menderita memar di kaki kiri.

Insiden nahas itu menimpa keduanya Minggu siang (23/9), sekitar pukul 10.25. Ceritanya bermula, saat keduanya baru saja berliburan dengan memborong mangga alpukat di wilayah Sumberboto, Desa Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang. Keduanya mengendarai mobil Daihatsu Terios K 8960 EE.

Rencananya, mereka hendak pulang ke Lawang, Kabupaten Malang, tempat mereka tinggal. Mereka melewati jalan desa setempat, menuju jalan raya Bangil-Sukorejo.

Semula, semuanya berjalan lancar. Hingga mereka sampai di sebuah perlintasan kereta api Dusun Sumberboto, Desa Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang. Ada yang menyebut, korban tak menyadari adanya kereta pertamina yang hendak melintas dari arah Malang.

Kebetulan, rambu early warning system di jalur kereta setempat, padam. Saat mocong mobil masuk rel kereta, tiba-tiba kereta tangki itu langsung nyasak. Hingga menyeret pasutri tersebut.

Mobil warna silver itu, diseret sejarak kurang lebih 50 meter. Mobil langsung terpental dari jalur kereta dan masuk ke perkebunan mangga warga. Mobil tersebut remuk pada bodi sampingnya.

Menurut Ngasidi, salah satu warga Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, dirinya sempat berusaha meneriaki korban. Supaya, berhenti. Namun, kenyataannya, masih nekat nyelonong. Hingga akhirnya, kereta itu menyeret mobil korban.

“Bagian mobilnya, tersangkut tangki ketiga kereta api. Sampai terseret dan jatuh di perkebunan warga. Saya sempat teriaki. Tapi tetap saja jalan,” akunya.

Imbas kejadian itu, korban menderita luka parah. Keduanya kemudian dilarikan ke RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan.

Kanitreskrim Polsek Rembang, Aipda Agus Susanto mengutarakan, kejadian itu berlangsung ketika korban hendak melintas di jalur perlintasan KA yang tak berpalang pintu.

Berbeda versi dengan warga, Agus menyebutkan kalau korban baru sampai di tengah perlintasan. Namun, tiba-tiba mesin kendaraan tersebut mati.

Jarak yang dekat, membuat kereta BBM 2626 yang dimarsinisi Jefri, tak kuasa menghentikan laju. Tabrakan pun tak bisa dihindarkan.

“Korban hendak melintas. Dan sampai di tengah perlintasan, mendadak mesin mati. Karena jarak dengan kereta sudah dekat, tabrakan tak bisa terelakkan,” beber Agus Kamo-sapaannya.

Petaka tak hanya berhenti di situ. Karena, setelah ditabrak, kendaraan tersebut juga terseret. Kurang lebih 50 meter dari lokasi kejadian sebelum akhirnya jatuh ke perkebunan warga. (one/mie)