Polisi Periksa Kawan Korban Siswa SMK yang Jadi Korban Pembunuhan

BELUM TERUNGKAP: Petugas mengevakuasi jenazah Mahfud Budi Setiawan. Polisi masih berupaya keras mengungkap kasus pembunuhan yang terjadi Jumat (14/9) silam. Inset: Mendiang Mahfud. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Hampir sepekan sudah kasus pembunuhan yang menimpa Mahfud Budi Setiawan, 17, warga Desa Klampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo terjadi. Akan tetapi, polisi masih belum berhasil mengungkap pelakunya. Hingga saat ini, sudah ada belasan saksi yang telah dimintai keterangan.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso menerangkan, pihaknya masih mendalami keterangan dari para saksi untuk menguak kasus itu. Ia menyebut, sudah ada 13 saksi yang telah diperiksa penyidik. Sebagian besar dari saksi yang diperiksa itu merupakan teman korban.

“Sejauh ini sudah ada 13 yang diperiksa sebagai saksi. Tentu kami akan terus mendalami keterangan yang diberikan para saksi itu. Dan dimungkinkan jumlah saksi ini akan bertambah kalau memang dibutuhkan,” katanya di Mapolres Pasuruan Kota, Rabu (19/9).

Saat ditanya apakah dari belasan saksi itu sudah ada yang dicurigai sebagai terduga pelaku, Slamet tak menjelaskan. Ia hanya berharap agar kasus yang kini tengah ditangani itu lekas terungkap. Ia juga menegaskan, kasus itu kini menjadi atensi penuh oleh Satreskrim Polres Pasuruan Kota. “Sehingga penyelidikan pun kami lakukan semaksimal mungkin,” tambahnya.

Eks Kapolsek Purwodadi itu hanya menjelaskan sosok korban semasa hidup berdasarkan keterangan sejumlah saksi. Terutama, teman dan kerabat korban yang telah diperiksa. Menurut beberapa orang terdekat, korban dikenal baik dan pendiam. Selain itu, ia juga pandai bergaul. Tak terkecuali dengan orang yang baru dikenalnya sekalipun.

Namun, dengan karakter korban tersebut mengapa ia bisa menjadi korban pembunuhan? Kata Slamet, hal itulah yang kini tengah didalami. Sehingga, ia belum dapat memastikan apakah Mahfud merupakan korban pembunuhan murni ataupun korban begal.

“Semua masih didalami, apakah korban pembunuhan murni. Motifnya apakah karena dendam, sakit hati atau yang lain,” bebernya.

Begitupula jika korban begal, mengingat sejumlah barang korban seperti motor Yamaha Vixion dan ponsel merek Oppo hilang. Menurut Slamet, hilangnya barang-barang korban itu juga masih didalami. “Entah memang ada unsur memiliki dari si pelaku atau hanya untuk menghilangkan jejak,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, jasad Mahfud Budi Setiawan ditemukan oleh salah satu warga yang hendak merumput di Lapangan Sumurwaru, Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jumat (14/9) pagi. Korban tewas bersimbah darah dalam kondisi telentang.

Dari hasil pemeriksaan, korban mengalami luka akibat benturan benda tumpul dan benda tajam. Ia mendera luka pada tempurung yang diduga akibat benturan benda tumpul. Lalu, kepala bagian kanan korban juga mengalami robek. Wajah dan bahunya mengalami luka memar. (tom/fun)