Hanya Angkat Telepon Istri yang Jadi TKW kalau Butuh Duit

PURWOSARI – Tole (nama samaran), 40, warga Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, benar-benar kelewatan. Pria pengangguran ini tak hanya ongkang-ongkang di rumah menunggu hasil jerih payah istrinya yang menjadi tenaga kerja wanita (TKW), ia baru menghubungi sang istri saat butuh duit saja.

Minthul (juga nama samaran), 37, sang istri tentu saja kesal. Tak hanya itu, ternyata sang suami belakangan ketahuan memiliki wanita idaman lain (WIL). Rasa sakit hati Minthul pada sang suami pun memuncak. “Padahal saya rela banting tulang cari kerja di luar negeri. Eh, suami malah cuek dan selingkuh di sini,” keluhnya.

Meski begitu, Minthul menyadari bahwa yang namanya laki-laki memang membutuhkan istri yang bisa merawat sehari-hari. Dan, harapanya Tole bisa mengerti kondisinya yang memilih jauh dari rumah karena keadaan ekonomi yang sulit.

Dulu, pekerjaan Tole memang cukup mapan sebagai buruh pabrik. Dengan gaji rutin yang didapatkan setiap bulan, kebutuhan rumah tangga bisa tercukupi. Termasuk dengan hadirnya dua anak yang menambah kebahagiaan pernikahan mereka.

Tapi, yang namanya hidup kadang di atas dan kadang di bawah. Sejak 7 tahun lalu, Tole di-PHK dari pabrik. Awalnya Tole memang tak pantang menyerah dan sempat mencari kerja di pabrik lain. Tapi, belum ada yang nyantol. “Akhirnya ya kerja seadanya. Kerja di bengkel motor meksipun bagian cuci motor dilakoni. Yang penting bisa dapat uang,” jelasnya.

Hidup dengan prinsip gali lubang tutup lubang, dilakoni sampai 2 tahun. Minthul pun lama-lama tak betah juga. Apalagi kebutuhan hidup dan sekolah anak, juga makin tinggi. Akhirnya, Minthul berinisiatif menjadi TKW ke Malaysia. Meski berat, akhirnya tetap dijalaninya demi ekonomi keluarga bisa stabil.

Minthul mengatakan, selama hampir 5 tahun di Malaysia, dirinya memang baru sekali pulang pas Lebaran tahun kedua. “Setelah itu gak pulang. Biar uangnya bisa buat keluarga. Pasti berat gak ketemu anak dan suami,” jelasnya.

Namun, pengorbanan itu rupanya tidak dihargai oleh Tole. Ini, lantaran sudah setahun terakhir ini Tole malah cuek bebek kepada istrinya. Setiap istrinya telepon, tidak pernah diangkat. “Saya jengkel lah, telepon ke hape-nya gak pernah diangkat. Baru ngangkat kalau butuh duit dan minta segera dikirim,” ceritanya.

Hal tersebut tentu saja membuat Minthul jengkel. Apalagi terhitung sejak 3 tahun terakhir, suaminya tak lagi bekerja dan hanya mengandalkan uang dari kiriman saja. Selain sikap yang malas, Minthul mendengar desas-desus bahwa suaminya punya wanita simpanan.

“Akhirnya saya pulang dan langsung cari tahu kalau Tole punya selingkuhan. Dan ternyata benar. Langsung saya ngamuk dan ngusir dia dari rumah,” ungkapnya jengkel. Tak menunggu lama, Minthul pun memilih menggugat cerai ke Pengadilan Agama Bangil. (eka/rf)