Pelaku Spesialis Pecah Kaca Diringkus, Pernah Beraksi di Pleret

PASURUAN – Perburuan polisi terhadap para pelaku pencurian uang nasabah yang kerap beraksi di wilayah Pasuruan, akhirnya menemukan titik terang. Seorang pelaku Pudji Hartoyo, 43, berhasil diamankan Tim Resmob Polres Pasuruan Kota. Ia pun harus menyusul tiga kawannya yang sebelumnya telah ditangkap tim gabungan yang melibatkan Tim Jatanras Polda Jatim.

Pudji ditangkap di rumahnya di Desa Kureksari, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (15/9) pagi. Penangkapan itu dilakukan setelah petugas mendalami keterangan dari ketiga kawan pelaku yakni Munir, Firmansyah, dan Hermawan yang kini telah ditahan di Polda Jatim.

“Para pelaku ini memang spesialis pencurian uang nasabah bank. Mereka merupakan komplotan antarkota,” ungkap Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso.

Ia menjelaskan, Pudji tercatat pernah beraksi dalam pencurian uang nasabah pada 12 Juli lalu. Kala itu, ia dan lima pelaku lainnya memburu nasabah yang baru saja melakukan penarikan uang tunai dalam jumlah besar dari bank yang terletak di Jalan Pahlawan.

Korban yang menjadi target komplotan pelaku yakni Mursat, 56, warga Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Mursat saat itu keluar dari bank setelah melakukan penarikan uang tunai senilai Rp 72 juta. Setelah itu, korban bergegas menuju ke kawasan Warungdowo untuk mencari makan siang. Uang puluhan juta tersebut disimpan dalam tas ransel yang ditinggalkan di dalam mobilnya. Tepatnya diletakkan di atas handrem.

Setelah memastikan mobilnya dalam keadaan terkunci, korban kemudian menuju salah satu warung di tepi jalan Warungdowo untuk makan siang. “Saat makan, pelapor merasa tidak enak dan mengecek mobilnya. Saat itulah ia mengetahui pintu mobil sebelah kanan depan sudah dalam kondisi rusak. Begitupula dengan tas yang berisi uang puluhan juta itu sudah hilang,” tutur Slamet.

Slamet menjelaskan, korban memang telah diincar oleh komplotan pelaku sejak berada di dalam bank. Sebab, para pelaku itu telah membagi tugas. Sebelumnya, ada salah satu pelaku yang masuk ke dalam bank untuk memantau nasabah yang menarik uang dalam jumlah besar. Sedangkan pelaku lainnya, menunggu di parkiran dan sebagian menyebar di jalanan menggunakan motor.

“Tersangka Pudji ini bertugas untuk menunggu di dalam mobil di parkiran bank. Setelah target mereka keluar bank, Pudji ikut membuntuti hingga korban berhenti. Saat kawannya beraksi, Pudji berperan mengawasi situasi di sekitar TKP,” jelas Slamet.

Dalam aksi pencurian itu, Pudji mendapat komisi sebesar Rp 5 juta. Setelah dua bulan ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron, Pudji berhasil diringkus. Ia kini telah ditahan di sel Mapolres Pasuruan Kota. Tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya paling lama tujuh tahun pidana penjara.

“Kasus ini masih kami kembangkan lebih lanjut karena masih ada beberapa pelaku yang masih DPO. Kami masih menyelidiki untuk bisa segera mengungkapnya,” tandas Slamet. (tom/fun)