Metrologi Disperindag Gagal Beli Mobil Tera Ulang, Akibatnya DAK Tak Terserap

PANGGUNGREJO – Pemkot Pasuruan urung mengadakan mobil layanan tera ulang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Sebab, DAK untuk pengadaannya tidak bisa terserap. Karenanya, pengadaannya mobil ini akan dialokasikan melalui Perubahan APBD (P-APBD) 2018.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Muallif Arif mengatakan, rencana pengadaan mobil tera ulang tetap berlanjut. Tapi, pengadaannya tidak dialokasikan melalui DAK dari Kementerian Perdagangan.

Kondisi ini disebabkan batas waktu penyerapan DAK sudah lewat. Pihaknya diberi batas waktu penyerapannya sampai Juli 2018. Namun, ternyata DAK Rp 1 miliar ini tidak bisa diserap, sebab sampai batas waktu, pihaknya baru menyelesaikan tahap perencanaan. “Kami gagal menyerap DAK untuk pengadaan mobil layanan tera ulang. Belum sampai tahap lelang, kami baru perencanaannya. Jadi, urung melalui DAK,” ujarnya.

Ayik -sapaan akrab Muallif Arif- menjelaskan, meski gagal menggunakan DAK, pihaknya mengajukan pembelian mobil layanan tera ulang ini di P-APBD 2018. Besarnya Rp 1 miliar.

Dengan adanya mobil layanan ini, pelayanan bisa dilakukan di kantor Disperindag Kota Pasuruan. Sedangkan, sebelumnya pihaknya harus menggandeng Balai Metrologi di Jogjakarta. “Dengan adanya mobil layanan ini, pelayanan kami pada masyarakat bisa dilakukan secara mandiri dan lebih maksimal. Insya Allah, Oktober mendatang mulai beroperasi,” ujarnya. (riz/fun)