Bawa Kayu, Perempuan Ini Terjun dari Jembatan Randumerak

 

PAITON-Pekerja proyek jembatan Randumerak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Senin (17/9) dikejutkan dengan aksi nekat perempuan tak dikenal. Perempuan yang identitasnya belum diketahui itu meloncat dari atas jembatan Randumerak.

Diduga, wanita yang diperkirakan berusia 35 tahun itu, mengalami depresi. Beruntung, nyawa korban berhasil diselamatkan.

Korban hanya mengalami luka ringan lecet-lecet dibagian tangan dan pelepisnya. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00.

Saat itu, arus lalu lintas tampak ramai. Diduga korban awalnya berjalan kaki dari arah timur ke barat sambil membawa tongkat kayu. Nah, saat di atas jembatan, di sisi selatan bahu jembatan, korban tampak memutar-mutar kayu itu.

Hingga akhirnya, kayu itu terkena kendaraan yang melintas dan membuat korban terpental. “Perilakunya sudah tidak wajar sebelum kejadian. Pas jalan kaki, di sisi timur sempat menggoyang-goyang rambu-rambu yang ada,” kata Candra, 38, salah satu pekerja proyek jembatan randu merak.

Candra menambahkan, saat di atas jembatan, wanita itu tampak mengayun ayunkan kayu yang dipegang. Karena terkena kendaraan, mengakibatkan korban terpental dan terjatuh ke bawah jembatan.

”Waktu jatuh dan dibantu oleh teman-teman pekerja jembatan dan warga. Tapi, pas dibantu malah marah-marah dan akhirnya pingsan,” terangnya.

Hingga akhirnya, korban pun dilarikan ke Puskesmas Paiton. Salah satu petugas Puskesmas Paiton mengatakan, korban masih belum sadarkan diri. Tapi, korban hanya mengalami luka ringan lecet.

”Kami belum tahu identitasnya siapa. Karena tidak ada kartu identitas dan keluarga yang mengenali,” kata pria yang enggan dikorankan namanya.

Kanit Reskrim Polsek Paiton, Iptu Maman saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian dan membawa korban ke Puskesmas Paiton. Diduga kuat, wanita yang mengalami depresi itu meloncat dari atas jembatan randu merak.

Hingga Senin malam (17/9), polisi masih menyelidiki identitas korban. “Korban tidak bawa kartu identitas sama sekali. Ciri-cirinya, memakai pakaian kaus hitam lengan panjang dan kaus dalam warna merah,  pakai celana pendek Biru dgn motif bunga- warna merah, Rambut hitam keriting,” terangnya. (mas/mie)