Istri Mengeluh Duit Belanja Kurang, Malah Disuruh Nikah Lagi

PURWOSARI – Masalah ekonomi kerap kali membuat rumah tangga berantakan. Seperti yang dialami Tole, 33, dan Minthul, 29 (nama samaran), warga Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, ini. Gara-gara sering mengeluh duit bulanan kurang, Tole malah menyuruh istrinya menikah lagi agar dapat uang tambahan.

Minthul mengatakan, ia sudah mati-matian berhemat agar duit bulanan yang diberikan Tole bisa cukup sampai akhir bulan. “Ya gimana gak mepet. Saya cuma diberi uang Rp 1 juta sebulan. Belum uang listrik, makan, kebutuhan anak, dan mertua. Jelas gak cukup lah,” jelasnya.

Sejak menikah 3 tahun yang lalu, pasangan suami-istri (pasutri) ini sudah dikaruniai satu orang anak. Karena Tole tak juga bisa memberi uang lebih, Minthul terpaksa mencari pekerjaan. Namun, karena masih terikat dengan aktivitas harian sebagai ibu rumah tangga, ia berusaha mencari pekerjaan di luar jam kerja kantoran.

Apalagi, selain mengasuh anak, Minthul juga merawat ibu Tole. “Gak mungkin ibu mertua disuruh jaga cucu. Karena sudah sakit-sakitan. Sedangkan mengandalkan pemberian Tole jelas gak cukup,” ungkapnya.

Karena itu, sejak setahun terakhir Minthul mencari cara agar bisa menutupi kebutuhan keluarga. Ini, lantaran sudah tak mungkin meminta uang tambahan dari Tole. “Katanya garapan sablon sepi. Dia kan ikut percetakan. Jadi pemberian ke saya gak bisa banyak,” jelasnya.

Padahal, Minthul tahu bahwa Tole masih ada uang untuk rokok ataupun nongkrong di warung. Tapi, setiap kali uang bulanan habis, Tole selalu menyalahkan Minthul yang dianggap tidak bisa mengelola keuangan. Karena capek selalu disalahkan, Minthul pun memilih mengalah dan berupaya untuk mendapatkan uang sendiri.

“Ya susah ibu rumah tangga cari kerjaan sampingan. Awalnya pengen ikut bantuin warung. Tapi kan waktu juga gak bisa lepas rumah. Akhirnya dapat kesempatan bantu jahitan. Paling banyak ya jahitan mukena dan jilbab. Alhamdullilah bisa ada tambahan,” jelasnya.

Meskipun rutin ada garapan, sedikit uang tersebut memang bisa menambah kebutuhan keluarga. Tapi, dengan harga kebutuhan yang makin naik, Minthul tetap mengeluh butuh tambahan uang dari suaminya. Tapi, Tole tetap saja ogah menambah uang belanja untuk kebutuhan keluarga.

Malah yang bikin jengkel Minthul, Tole malah menyuruh istrinya menikah lagi dengan laki-laki lain agar bisa mendapatkan uang lebih banyak. “Jelas saya kecewa dan ngamuk. Kok suami sendiri malah ngomong kayak gitu,” jelasnya. Merasa tak dihargai, Minthul pulang ke rumah orang tuanya bersama sang anak. (eka/rf/mie)