Fix, Musayyib Dipastikan Dicoret dari DCT Pileg 2019

KRAKSAAN – Proses pencalonan dalam pemilihan legislatif (pileg) tinggal menunggu penetapan daftar calon tetap (DCT). KPU Kabupaten Probolinggo memastikan A. Musayyib Nahrawi tidak memenuhi syarat dan tidak masuk dalam DCT. Sebab, ada syarat calon yang belum dipenuhinya.

Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Muhammad Zubaidi mengatakan, polemik soal pencalonan Musayyib dalam Pileg akhirnya menemukan solusi. Musayyib yang sempat masuk DCS, dipastikan tidak bisa ditetapkan sebagai DCT karena TMS.

Dia dianggap tidak melengkapi syarat calon, berupa surat pengunduran diri dari partai lama. Diketahui, Musayyib merupakan anggota PKB, namun dalam pen-caleg-an kali ini dia mendaftar melalui Partai Nasdem. “Sudah dirapatkan bersama dan diputuskan Musayyib tidak memenuhi syarat. Jadi, tidak bisa masuk DCT,” ujarnya (12/9).

Soal apakah Musayyib bisa diganti bacaleg lain, Zubaidi mengatakan, sesuai PKPU Nomor 20/2017, Musayyib tidak dapat diganti dengan bacaleg lain. Karenanya, Partai Nasdem tidak bisa mengajukan penggantinya. “Bacaleg yang TMS bisa diganti dengan bacaleg lain asal bacaleg itu perempun dan jika tidak diganti, tidak memenuhi 30 persen bacaleg perempuan,” jelasnya.

Selain itu, Zubaidi mengatakan, ada sekitar 5 bacaleg yang masuk DCS dan TMS untuk masuk DCT. Di antaranya, karena mengundurkan diri dan persyaratannya tidak lengkap, seperti soal ijazah dan lainnya.

“Kalau jumlah bacaleg yang masuk DCS dan tidak memenuhi syarat sebagai DCT sekitar 5 bacaleg. Tapi, kalau jumlah total mulai awal pendaftarn calon sampai penetapan DCT ada sekitar 21 bacaleg yang TMS,” ujarnya.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Bromo belum berhasil meminta penjelasan dari Musayyib, terkait pen-caleg-annya. Ketika dihubungi melalui sambungan selulernya, yang bersangkutan tak merespons. Begitu juga dengan Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Probolinggo A Rifa’i. (mas/rud/mie)