Sakit, Dimas Kanjeng Batal Gandakan Uang, Soto, Rawon di Sidang

SURABAYA-Dimas Kanjeng Taat Pribadi sejatinya dijadwalkan mengikuti sidang lanjutan dugaan penipuan, Rabu (12/9) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Namun, sidang itu ditunda lantaran sang pemilik padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Wangkal, Gading, Kabupaten Probolinggo itu tengah sakit.

Rencana Dimas Kanjeng menunjukkan kemampuannya menggandakan uang dan barang lain termasuk makanan soto dan rawon dalam persidangan pun ditunda.

Meski tanpa dihadiri terdakwa, majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana tetap membuka persidangan itu. Namun, sidang berlangsung singkat.

Jaksa penuntut umum (JPU) Muhammad Nizar menyerahkan surat keterangan sakit terdakwa dari Rutan Kelas I-A Surabaya di Medaeng, tempat Taat Pribadi ditahan.

“Terdakwa tidak hadir karena sakit. Dari pihak rutan tidak disebutkan sakit apa, cuma dicantumkan keterangan minta izin tiga hari mulai hari ini,” ujar Nizar.

Usai surat sakit diberikan ke majelis, akhirnya disepakati sidang ditunda dan dilanjutkan pada Senin (17/9). Majelis hakim memberikan kesempatan terdakwa untuk memulihkan kondisi kesehatannya. “Ditunda sampai Senin ya,” ujar hakim Anne dilanjutkan mengetuk palu tanda sidang ditutup.

Jaksa Nizar seusai persidangan mengungkapkan jika sidang Rabu itu agendanya mendengarkan keterangan saksi meringankan dari terdakwa. Namun, dia masih belum tahu siapa saksi yang akan dihadirkan.

“Kami juga memberikan kesempatan terdakwa untuk didampingi kuasa hukumnya, karena sebelumnya sudah memberikan kuasa kepada kuasa hukum,” tuturnya.

Dengan ditundanya sidang itu, Taat Pribadi batal menunjukkan kemampuannya menggandakan uang sampai makanan berupa soto, rawon dan bakso. Dalam sidang pekan lalu, majelis hakim menantang terdakwa untuk menunjukkan kemampuannya tersebut ketika sidang selanjutnya.

Dimas Kanjeng menjawab tantangan itu dengan mengaku siap menunjukkan kemampuannya. Jaksa Nizar mengatakan tidak bisa memastikan apakah Dimas Kanjeng akan menunjukkan kemampuannya menggandakan uang dan barang dalam sidang pekan depan.

Menurut dia, kesempatan untuk memberikan waktu terdakwa merupakan kewenangan majelis hakim.”Kalau itu kewenangan majelis hakim. Kami serahkan ke majelis,” katanya singkat.

Sidang Dimas Kanjeng sendiri bukan kali ini saja ditunda lantaran sakit. Pada 29 Agustus lalu, sidang juga terpaksa ditunda dengan dalih Dimas Kanjeng alami sakit vertigo. (gas/JPK/mie)