Kantongi Identitas Tiga Spesialis Pencuri Sapi

LUMBANG – Tersangka kasus pencurian hewan jenis sapi, Muhammad, 29, akhirnya buka suara. Kepada polisi, dia mengaku mencuri sapi dengan tiga rekannya. Identitas mereka juga sudah dikantongi polisi. Sayang, ternyata mereka sudah tidak berada di rumahnya.

Kanit Reskrim Polsek Lumbang Bripka Dadang mengaku, terus mengembangkan kasus pencurian sapi dengan tersangka Muhammad, 29. Hasilnya, ada sejumlah nama yang disebutkan tersangka sebagai rekannya dalam mencuri sapi.

“Dari hasil pengembangan, pelaku mengaku bersama tiga orang rekannya. Sekali beraksi, ada sekitar empat orang dengan pelaku,” ujarnya.

Meski telah mengetahui identitas pelaku lain, Dadang mengaku belum bisa menangkap mereka. Sebab, setelah diselidiki, ketiga pelaku itu sudah tidak berada di rumahnya.

Namun, kini pihak kepolisian masih terus mencari keberadaannya. “Informasi yang kami dapatkan mereka tidak ada di rumahnya. Akan kami cari di mana pun mereka berada,” ujarnya.

Dadang mengatakan, cara pelaku dalam beraksi terbilang sangat tradisional. Yakni, dengan merusak pintu kandang sapi korban menggunakan linggis. Kemudian, kawanan pelaku masuk kandang dan menggondol sapi. “Barang buktinya telah kami amankan dan saat ini berada di Mapolsek Lumbang,” ujarnya.

Komplotan maling ini diduga tidak hanya mencuri di satu lokasi. Pihak kepolisian meyakini mereka sering beraksi mencuri sapi di tiga kecamatan. Meliputi, Kecamatan Tongas, Lumbang, dan Wonomerto. “Sementara hanya mengaku satu lokasi saja, di Desa Tandonsentul. Tapi, kami meyakini ini adalah pelaku yang meresahkan tiga kecamatan. Karena itu, kami akan terus mengembangkannya,” ujarnya.

Sebelumnya, Minggu (9/9), Muhammad, 29, warga Dusun Pelankerep, Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, dibekuk polisi. Dia ditangkap karena terlibat kasus pencurian sapi di Desa Tandonsentul, Kecamatan Lumbang. (sid/rud/mie)