Jemput Ibu Pulang Berhaji, Malah “Ditinggalkan”

KANIGARAN – Tole, 35 dan Minthul, 34, (nama samaran) bergegas menuju kantor Pemkot Probolinggo. Tempat dimana penjemputan jamaah haji dari tanah suci. Tak lupa mereka mengajak serta Brudul, 5, anak semata wayangnya. Mereka sengaja berangkat lebih pagi agar tak berdesakan dengan penjemput lainnya.

Jarum jam masih menunjukkan pukul 07.45, sementara bus jamaah haji diperkirakan baru tiba pukul 09.00. Karena waktu kedatangan jamaah haji masih kurang satu jam lebih, mereka memilih duduk santai, membaur bersama keluarga jamaah lainnya.

Sementara Brudul, mereka biarkan bermain mengitari lapangan di depan kantor sekretariat pemkot. Namanya anak-anak, tentu kesempatan bermain itu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sinar matahari yang mulai meninggi, tidak Brudul hiraukan. Apalagi, anak seusianya memang senang-senangnya bermain.

Satu jam menunggu, akhirnya sayup-sayup terdengar suara sirine mobil polisi. Dipastikan suara itu berasal dari mobil yang mengawal bus jamaah haji. Ternyata, yang datang adalah truk sahara. Pengangkut barang bawaan jamaah. Selang 30 menit kemudian, barulah iring-iringan mobil dan bus jamaah haji tiba di lokasi.

Begitu melihat bus jamaah, Tole dan Minthul ingin memberi kode pada orang tuanya yang ada di dalam bus. Kode yang dimaksud yakni melambaikan kain putih sebagai tanda. Bus kemudian masuk ke halaman Makodim 0820. Tole dan Minthul lantas bergegas menuju Makodim melalui pintu tembus di antara dua perkantoran itu.

Brudul? Nah, di sini yang kemudian jadi masalah. Saking senangnya, pasangan suami-istri (pasutri) ini melupakan sang anak yang asyik bermain. Akhirnya Tole dan Minthul bertemu dengan ibunya. Sang ibu mereka sambut dengan suka cita. Pelukan dan ciuman sebagai pelepas rindu, didaratkan pada perempuan renta itu.

Sejenak sang ibu terpekur. “Mana Brudul, katanya diajak?” katanya dengan nada bertanya. Pasutri itu pun kaget. Mereka melupakan Brudul. Setelah saling pandang, Tole dan Minthul tanpa dikomando berlari menuju kantor pemkot. Sementara sang ibu mereka tinggalkan. “Loh ini gimana sih?” kata sang ibu yang tak paham dengan kelakukan anak dan mantunya itu.

Sekitar 20 menit kemudian, barulah Tole dan Minthul kembali ke tempat semula sembari menggendong Brudul. “Maaf bu, tadi lupa, Brudul saya tinggal di pemkot,” kata Tole dengan wajah merasa bersalah. “Makanya saat ibu tanya, saya langsung lari ke pemkot,” imbuhnya kemudian.

Sejenak mereka kemudian tertawa bersama. “Ya itu, ibu juga bingung tiba-tiba kalian tinggal,” kata sang ibu. “Maunya tadi nyari taksi buat pulang sendiri ke rumah. Habisnya kalian tinggal tanpa alasan. Makanya punya anak itu dijaga. Ini baru satu sudah lupa, bagaimana kalau banyak,” jelasnya. (rpd/rf)