Warga Legundi yang Alami 8 Luka Bacok Ngaku Tak Punya Musuh

BANTARAN – Aksi pembacokan terhadap Hasyim, warga Dusun Alaskeluang, Desa Legundi, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Minggu (9/9) malam lalu masih jadi misteri. Sejauh ini, polisi belum berhasil menangkap pelakunya.

Hasyim sendiri belum bisa memberikan keterangan kepada polisi. Sebab, ia alami luka bacokan parah. Paling parah di perutnya, (maaf) hingga ususnya terburai.

Arwi, salah seorang keluarga korban mengatakan, saat ia menggotong korban, Arwi sempat menanyakan perihal kejadian itu pada korban. Korban saat itu masih bisa diajak bicara.

Korban mengatakan tidak tahu penyebab diserang pelaku. Tiba-tiba saja ada yang mengeroyok. “Dia (korban) sendiri tidak tahu. Saya tanya apa yang terjadi? Dia bilang tiba-tiba dikeroyok. Dan, dia tidak tahu siapa yang mengeroyok,” terangnya.

Masih menurut Arwi, ia juga sempat menanyakan terhadap korban apakah dia punya musuh. Korban membantah. “Saya tidak punya musuh. Tidak tahu itu siapa yang mengeroyok saya,” ujar Arwi menirukan perkataan korban.

Diketahui, Hasyim mengalami 8 luka bacokan Minggu lalu (9/9). Ia awalnya pamitan keluar rumah untuk ke WC karena di rumahnya tak memiliki kamar mandi.

Tak berselang lama, ia ditemukan bersimbah darah tak jauh dari rumah saudara dan rumahnya sendiri. Ia mengalami 8 luka bacokan.

Kapolsek Bantaran, Iptu Jamhari mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan motif dari peristiwa tersebut. Sejauh ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan.

“Masih belum tahu (motifnya, Red). Kami mendapatkan informasi bahwa ada warga yang dibacok dan langsung mendatangi TKP,” ujarnya.

Soal jumlah pelaku, Jamhari juga masih belum bisa memastikan. “Tunggu saja hasil penyelidikan,” terangnya. (sid/rf/mie)