Kaji Potongan Diskon Pupuk untuk KPRL, Ini Landasannya

MAYANGAN – Selama ini petani di Kota Probolinggo bisa mendapatkan potongan harga bila membeli pupuk organik hasil produksi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Jalan Anggrek, Kota Probolinggo. Namun, diskon harga itu tidak berlaku bagi pengelola Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Karenanya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo mengusulkan agar tidak hanya petani yang mendapatkan potongan harga. Namun, diskon ini juga diberlakukan bagi pengelola KRPL dan Karangkitri.

“Selama ini ada Perwali terkait distribusi pupuk. Bahkan, dalam Perwali itu juga memberikan potongan kepada petani ketika membeli pupuk organik yang dihasilkan dari TPA Anggrek. Namun, dalam Perwali ini hanya mengatur untuk petani. Inginnya, agar hal yang sama diterapkan untuk pengelola KRPL dan Karangkitri,” ujar Kepala DLH Kota Probolinggo Budi Krisyanto (10/9).

Budi mengatakan, usulan ini merupakan masukan dari pengelola KRPL dan Karangkitri agar bisa mendapatkan pupuk organik dengan harga lebih terjangkau. Sejauh ini, harga pupuk organik hasil produksi TPA sekitar Rp 1.700 sampai Rp 1.800 per kilogram. Pupuk ini dijual kepada petani dengan potongan Rp 500 per kilogram.

“Kalau ke KRPL dan Karangkitri masih dengan harga Rp 1.700 sampai Rp 1.800 per kilogram. Agar ada penyesuaian untuk KRPL dan Karangkitri ini, maka perlu ada Perwali,” ujarnya.

Mendapati itu, Wali Kota Rukmini menyambut positif dan mempersilakan DLH mengusulkan Perwali terkait distribusi pupuk organik. “Silakan DLH mengajukan usulan Perwali tersebut,” ujarnya. (put/rud)