Tersiksa sampai Kurus Kering setelah Menikah

SUKOREJO – Keinginan bahagia dan hidup nyaman setelah menikah, ternyata tidak dirasakan Minthul (nama samaran), 33, warga Sukorejo, Pasuruan. Karena sering cek-cok dengan mertua plus ditambah kehidupan ekonomi yang serba terbatas, Minthul jadi sering tidak sehat dan bahkan tubuhnya jadi kurus kering.

Tak tahan lagi tersiksa, pernikahan mereka pun harus berakhir di Pengadilan Agama. Minthul berpikir, dia harus menyudahi pernikahannya, ketimbang semakin kurus dan akhirnya mati konyol.

Minthul mengatakan, pernikahannya dengan Tole (juga nama samaran), 38, memang sudah berjalan hampir 10 tahun. Namun dalam pernikahannya, Minthul mengaku justru sering tersiksa dan tidak pernah bahagia.

“Orang menikah kan tujuannya supaya bahagia. Ini, setiap hari nyesek terus, nangis terus. Makanya saya sampai kurus kering,” keluh Minthul.

Padahal, sebelum menikah dengan Tole, Minthul memiliki tubuh yang agak berisi meskipun tidak bisa dibilang gemuk. Dulu keluarganya bisa dibilang lebih mampu, sehingga dari segi kebutuhan tak pernah kekurangan.

Namun, karena masuk usia menikah, Minthul mengaku memang mau dijodohkan dengan laki-laki kenalan bibinya. Bertemulah dengan Tole, yang saat itu juga mencari pendamping hidup. Dari segi ekonomi, Tole memang penghasilannya tidak terlalu banyak lantaran bekerja sebagai satpam di sebuah perumahan.

“Tapi, katanya rezeki nanti ada sendiri. Saya juga niatnya ibadah karena itu mau menikah meskipun baru beberapa kali ketemu,” jelasnya.

Setelah menikah, Minthul pun diboyong ke rumah orang tua Tole alias pondok mertua indah. Tole adalah laki-laki dan dia memiliki adik perempuan. Sehingga, Tole juga dibebankan untuk menafkahi keluarga besar. Minthul sebagai orang baru yang menurut saja. Niatnya memang ingin mengabdi ke suami.

Namun, denga gaji Tole yang dibawah UMR dan jadi tulang punggung keluarga besar, ini menjadi masalah. Sebab, untuk kebutuhan sehari-hari memang serba terbatas. “Itu pun harus benar-benar ngirit. Kalau ada masalah sedikit saja, misal ada yang sakit atau butuh biaya selametan, pasti harus berutang sana-sini,” jelasnya.

Belum lagi saat anak pertama lahir. Minthul sampai mengaku sering menangis karena sering kesulitan untuk biaya susu dan kebutuhan anak lainnya. Dan, yang bikin kesal adalah saat dia harus cekcok dengan mertua. Inilah yang membuat Minthul makin lama makin kurus kering badannya.

“Kalau kurus sih seneng aja, tapi saya jadi kurus kering. Kayak bener-bener gak ada gizi. Trus katanya muka saya juga jadi kelihatan tua,” jelasnya.

Hal ini jadi sering ditanyakan oleh teman dan keluarga. Ujung-ujungnya, banyak yang menanyakan apakah pernikahannya baik-baik saja.

Minthul bukannya enggan berbohong. Tapi, dia memang hidup serba terbatas dengan Tole memang membuat dirinya tak bahagia.

Terakhir karena sampai hampir 10 tahun gak ada perbaikan dari segi ekonomi, Minthul memilih minggat dari rumah dan akhirnya memilih menggugat cerai saja di Pengadilan Agama Bangil.

“Buat makan saja susah, termasuk biayain anak sekolah. Gak betah, ya sudah saya minggat dan pilih cerai saja,” pungkasnya. (eka/fun)