Petugas Lalin Dishub Tidak Ideal, Akibatnya Sering Keteteran

TERBATAS: Petugas Dishub dan Satpol PP ketika berjaga di acara CFD. Minimnya petugas yang dimiliki Dishub acapkali membuat petugas bekerja ekstra jika ada dua acara sekaligus. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GADINGREJO – Jumlah petugas lalu lintas (lalin) di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan belum ideal. Dishub memastikan tidak ada penambahan petugas tahun ini. Agar kinerja maksimal, Dishub memilih untuk melakukan pengoptimalan.

Sekretaris Dishub Kota Pasuruan Wahid Yulianto mengungkapkan, jumlah petugas lalin di Dishub berjumlah 10 orang. Jumlah ini dinilai tidak mencukupi, terutama saat ada dua kegiatan secara bersamaan di Kota Pasuruan.

Petugas biasanya harus berjaga di sejumlah titik untuk mengamankan lalin dan jalannya acara. Kondisi ini membuat pengamanan menjadi kurang optimal. Sehingga, tidak jarang Dishub kerap kecolongan oleh oknum yang nakal.

Ia lantas mencontohkan saat warga tidak diperbolehkan lewat di lokasi tersebut, namun petugas yang berjaga sangat minim. Sehingga, ada oknum masyarakat yang membandel dapat lolos. Pihaknya pun sempat menyampaikan hal ini pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Namun, sampai saat ini, permintaan ini belum terpenuhi. Ia pun memastikan kekurangan ini akan bertahan sampai akhir tahun ini. Karena itulah, tidak ada pilihan bagi Dishub kecuali memaksimalkan tenaga yang ada.

“Mau bagaimana lagi, terpaksa kami optimalkan tenaga yang ada. Insya Allah tahun depan kami akan ajukan lagi,” terang Wahid. (riz/fun)