Gagalkan Penyelundupan Pil Trek ke Rutan Kraksaan

KRAKSAAN – Upaya penyelundupan obat keras dilakukan di rumah tahanan (Rutan) Kraksaan, Kamis (6/9) lalu. Beruntung, upaya penyelundupan pil Trihexyphenidyl itu dapat digagalkan.

Petugas pengawal tahanan dari Kejari Kabupaten Probolinggo menemukan ratusan pil yang disimpan di dalam bungkus rokok. KY, 20, pelaku penyelundupan pil edar farmasi asal Desa Alas Sumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, itu akhirnya diamankan dan diserahkan ke polisi.

Namun, Satreskoba Polres Probolinggo tidak melakukan penahanan atau memproses kasus tersebut. Pasalnya, KY tidak terbukti memperjualbelikan pil koplo tersebut. Sehingga, ia tidak dapat dijerat dengan pasal UU tentang Kesehatan.

Kasi Pidum Kejari Kraksaan Ardian Junaedi mengatakan, penggelapan penyelundupan pil koplo itu terjadi sekitar pukul 14.00. Saat itu, terdakwa inisial H sedang keluar dari ruang sidang dengan dikawal oleh petugas kejakasan.

Tiba-tiba, saat tengah berjalan, KY itu menitipkan rokok satu bungkus untuk terdakwa EK dengan memasukkan langsung ke celana terdakwa lain berinisial H. Kebetulan, EK dan H berada di dalam ruang tahanan PN Kraksaan.

Karena merasa curiga, saat masuk ke dalam tahanan, petugas Kejaksaan meminta untuk mengeluarkan rokok yang ada di saku terdakwa. Setelah diperiksa, isi dalam rokok itu ternyata pil koplo. Petugas sempat bertanya pada terdakwa H dan EK, tapi keduanya membantah kenal dengan KY.

“Saat diminta dikeluarkan rokok yang dimasukkan ke saku celana terdakwa H. Ternyata rokok itu sudah tidak ada bungkus segelnya. Kemudian, petugas kami pun membuka, ternyata malah berisi butir pil koplo,” terangnya.

Saat penyelundupan itu berhasil digagalkan, dikatakan Kasi Pidum, ada anggota Sabhara yang mengawal tahanan yang ikut menyaksikan. Waktu itu, KY yang menitipkan rokok berisi pil itu sudah pergi. Sehingga, stafnya bersama anggota Sabhara mencari dan mendapati KY berada di halaman belakang PN Kraksaan.

“Saat kami tanyakan pada KY, ngakunya barang itu titipan milik DD, teman KY. Jadi, untuk proses pemeriksaan lebih lanjut, KY diserahkan ke Satreskoba Polres Probolinggo,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskoba Polres Probolinggo AKP Herly Sanjaya tidak membantah adanya kejadian penggelapan penyelundupan pil ke tahanan. Namun, untuk KY yang diamankan, tidak dilakukan penahanan karena tidak bisa dijerat dengan UU tentang Kesehatan. “Kami tidak melakukan penahanan pada KY. Tapi, tetap kami selidiki dan kembangkan, pil itu didapat dari siapa,” terangnya. (mas/rf/mie)