Forum Lalu Lintas Akan Kaji Ulang Truk Melintas di Jalan Panglima Sudirman

MENGERIKAN: Sejumlah bocah yang menaiki sepeda, hendak menyeberang di Jalan Panglima Sudirman, Jumat (7/9) pagi. Di sisi lain, sebuah truk melintas dari arah selatan. Semenjak adanya kecelakaan di jalur ini, Forum Lalu Lintas akan mengkaji kebijakan truk melintas di jalan ini. (Mokhammad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GADINGREJO – Keluhan masyarakat Kota Pasuruan dengan keberadaan truk masuk kota mendapatkan atensi dari Forum Lalu Lintas Kota Pasuruan. Dalam waktu dekat, mereka bakal melakukan kajian ulang pada jalur truk di dalam kota ini. Agenda terdekat yakni melakukan cek lapangan pada jalur tersebut.

Forum Lalu Lintas yang terdiri atas Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dan Satlantas Polres Pasuruan Kota melakukan rapat internal menindaklanjuti keluhan truk masuk kota, Jumat (7/9). Kesepakatan cek lapangan dibahas dalam pertemuan tersebut.

Sekretaris Dishub Kota Pasuruan Wahid Yulianto mengungkapkan, cek lapangan ini dengan melihat dua jalur alternatif lainnya. Pertama, truk dilewatkan melalui Jalan Gatot Subroto dan berbelok ke timur di simpang empat Karangketug, Kecamatan Gadingrejo.

Serta, truk dialihkan berbelok ke timur di simpang empat Kebonagung dan melewati jalur lingkar selatan. Pengecekan ini mengkaji dampak yang ditimbulkan. Terutama volume kendaraan. Jika memungkinkan bakal dilakukan pengalihan jalur.

“Kami masih harus melihat dahulu dua jalur ini. Misalnya, bisa tidak truk berbelok di simpang empat Karangketug. Lalu, apakah terjadi kemacetan saat dialihkan di JLS mengingat volume kendaraan di jalur ini sangat padat,” katanya.

Kanit Dikyasa Satlantas Polresta Pasuruan Iptu Komaruddin Arif mengatakan, pihaknya menyambut positif rencana ini. Jika memungkinkan, sudah saatnya bagi truk yang melaju dari arah selatan Kebonagung Kota Pasuruan, untuk tidak melintas di jalan perkotaan.

Namun, tentunya kondisi ini harus melihat dampak dan kerawanan masing-masing jalur. Ia lantas mencontohkan keberadaan Jembatan Petung di JLS yang jalur beloknya sangat tinggi dan sempit. Untuk itu, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Pemprov Jatim.

“Memang sudah saatnya jalur perkotaan steril dari kendaraan besar seperti truk. Namun, hal ini kembali lagi melihat jalur yang tersedia. Manakala tidak memungkinkan dan dirasa membahayakan, maka jalur truk tidak ada pilihan lain,” tegasnya. (riz/fun)