Caleg PAN Terindikasi Korupsi Mundur, Partai Sesalkan Tak Bisa Ajukan Pengganti

PASURUAN – Mokhamad Riduwan, bakal calon anggota legislatif (bacaleg) Partai Amanat Nasional (PAN) dapil 1 Kecamatan Panggungrejo akhirnya mengundurkan diri. Pegunduran diri bacaleg yang tersangkut kasus korupsi pengadaan tanah untuk proyek pembangunan rumah dinas kantor Bea Cukai Kota Pasuruan itu disesalkan partai.

Informasi mundurnya Riduwan disampaikan Wiwin Ariesta, sekretaris DPD PAN Kota Pasuruan. “Memang beliau telah menyampaikan pengunduran dirinya kepada kami. Setelah itu, kami putuskan secara internal, kami konfirmasikan dengan beberapa pengurus lainnya,” katanya.

Menurut Wiwin –sapaan akrabnya –, Riduwan saat ini memang telah resmi mundur dari pencalonannya. Pihaknya juga tak bisa berbuat banyak. Sebab, kata Wiwin, partainya menghormati hak Riduwan untuk mundur. “Kami hormati juga keputusan beliau karena alasan keluarga. Di sisi lain, kami juga menyesali karena sudah diusulkan partai, namun sekarang mundur,” ungkapnya.

Ia membeberkan, pihaknya telah menyampaikan pengunduran diri Riduwan kepada KPU setempat. Hal itu telah dilakukan kemarin (6/9). Selain itu, Wiwin menyebut bahwa pihaknya sempat berkonsultasi terkait caleg pengganti untuk Riduwan.

“Karena tidak ada komposisi kuota perempuan, jadi tidak bisa mengajukan penggantian. Kami pun menyesali. Saat ini, jumlah caleg dari partai kami di dapil Panggungrejo ada sembilan,” bebernya.

Di sisi lain, Komisioner KPU Divisi Teknis Basori Alwi menyampaikan, KPU memang telah menerima surat pengunduran diri Riduwan melalui PAN. “Yang bersangkutan mengajukan pengunduran diri ke parpol. Lalu surat pengunduran diri dari parpol sudah disampaikan ke kami,” sampainya.

Basori –sapaan akrabnya – menyebut, dengan adanya caleg yang mengundurkan diri, parpol tak bisa melakukan penggantian. Kecuali, apabila caleg yang mundur merupakan caleg perempuan. Artinya, hal itu bisa mempengaruhi kuota keterwakilan perempuan.

“Dengan begitu, caleg tersebut tentu akan dihapus dalam daftar caleg tetap yang akan diumumkan pada 21 September mendatang,” jelasnya.

Diberitakan koran ini sebelumnya, diketahui bahwa Riduwan merupakan satu-satunya caleg yang tengah menghadapi proses hukum atas dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi. Namanya tercatat dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN (Pengadilan Negeri) Surabaya dengan nomor perkara 20/PID.SUS/TPK/2013/PN.SBY dengan tanggal register 14 Maret 2013.

Riduwan kala itu berstatus terdakwa dugaan kasus korupsi dalam pengadaan tanah untuk proyek pembangunan rumah dinas Kantor Bea Cukai Kota Pasuruan. Selain dirinya, juga ada dua kontraktor lain yang diseret ke meja hijau di Pengadilan Tipikor Surabaya.

Pada sidang putusan yang digelar 22 Agustus 2013 silam, para terdakwa dinyatakan terbukti bersalah telah memperkaya diri sendiri dengan kerugian negara senilai Rp 2,6 miliar.

Majelis hakim kemudian menjatuhi Riduwan dengan vonis hukuman pidana penjara 4 tahun, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Riduwan kemudian mengajukan upaya hukum banding. (tom/fun)