Pembangunan RPH Tak Terealisasikan Karena Terganjal Lahan

BANGIL – Rencana Pemkab Pasuruan untuk menambah jumlah rumah pemotongan hewan (RPH) di wilayah Kabupaten Pasuruan tak bisa terealisasi dalam waktu dekat. Tidak adanya ketersediaan lahan, menjadi hambatan untuk merealisasikan rencana itu.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiah mengakui, belum seluruhnya RPH tersebar di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan. Saat ini, baru ada 10 Rumah Potong Hewan (RPH) yang bisa difungsikan.

Ke 10 RPH tersebut tersebar di Bangil, Pasrepan, Gondangwetan, Gempol, Nguling, Wonorejo, Prigen, Sukorejo, Purwosari dan Tutur. Sementara dua RPH lainnya, tak bisa berfungsi.

Kedua RPH tersebut berada di Pandaan dan Grati. RPH di Pandaan, tak bisa berjalan, lantaran terdampak proyek tol. Sementara di Grati tak berfungsi karena mengalami kerusakan.

Menurut Alfiah, Pemkab memang berencana untuk menambah RPH. Salah satunya di wilayah Pandaan. “Hanya memang, belum ada ketersediaan lahan. Sehingga, pembangunan RPH tersebut belum bisa direalisasikan,” kata Alfiah.

Pihaknya menguraikan, masih mencari lahan yang tepat untuk pembangunan RPH tersebut. Meski pembangunannya dipastikan tak akan terealisasi tahun ini.

“Kami masih mencari lahan yang pas untuk pembangunan RPH di Pandaan. Untuk sementara, kami akan memaksimalkan RPH yang tersedia,” bebernya. (one/fun)