Kasus Siswa SD Terbakar di Besuk, Ini Langkah Dinas Pendidikan

KRAKSAAN – Terbakarnya siswa SDN Besuk Agung, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolingo, Fian, 13, setelah bekerja bakti di sekolah terus menjadi perhatian sejumlah pihak. Termasuk, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo.

Bahkan, kini Dispendik akan menfasilitasi proses pengobatan korban Fian di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, hingga sembuh. Selain itu, Senin (3/9) lalu, pihak sekolah juga telah melakukan mediasi di kantor Korwil Pengawas Kecamatan Besuk.

Dalam mediasi itu, disepakati kedua belah pihak bersedia menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Mengingat, korban Fian dan temannya yang diduga penyebab terjadinya kebakaran, HR, sama-sama masih di bawah umur. Keluarga HR juga bersedia untuk membantu pengobatan korban hingga sembuh.

Hal itu disampaikan Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina. Ia mengaku sudah mendapatkan laporan dari pihak sekolah. Mulai kronologi kejadian sampai proses mediasi yang dilakukan di kantor Korwil Pengawas Besuk.

Alhamdulillah, sudah difasilitasi untuk mediasi. Kedua belah pihak sama-sama menyadari dan bersedia menyelesaikan secara musyawarah. Pihak kepolisian juga membantu. Karena kedua pihak sama-sama masih di bawah umur,” ujarnya (4/9).

Selain keluarga HR bersedia bertanggung jawab dalam proses pengobatan, menurut Dewi, Pemkab Probolinggo juga akan membantu. Sebab, keluarga korban juga dari keluarga kurang mampu. Sehingga, saat korban tidak mendapatkan pelayanan BPJS Kesehatan akan dibantu lewat Jamkesda.

“Dari Dinas Pendidikan juga tidak tinggal diam. Nanti dari insan pendidikan di Kabupaten Probolinggo tetap akan memberikan bantuan pada korban. Terpenting sekarang rumah sakit merawat dengan baik. Semoga RSUD dengan fasilitas yang ada dapat merawat sampai sembuh,” ujar mantan kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo itu.

Terkait nasib pendidikan korban, Dewi mengatakan, soal proses pembelajarannya akan mendapatkan dispensasi. Saat korban sudah sembuh total, akan dibantu untuk mengejar ketinggalan pelajarannya. “Paling utama sekarang korban bisa sehat dan sembuh total,” ujarnya.

Dewi juga mengaku tetap akan memberikan pembinaan khusus kepada SDN Besuk Agung. Salah satunya, terkait dengan Permendikbud Nomor 82/2015 tentang Pencegahan Tindak Kekerasan di Sekolah.

“Sekolah ini akan dilakukan pembinaan. Sekolah sudah laporan secara tertulis ke dinas. Intinya, pendidikan karakter dan gotong royong baik. Tapi, tetap harus dibimbing dan dipantau langsung oleh guru,” ujarnya.

Diketahui, Sabtu (1/9) lalu, Fian mengalami luka bakar di bagian tubuhnya. Luka bakar ini terjadi setelah Fian dan sejumlah temannya di kelas VI bekerja bakti di sekolah dengan mengecat taman.

Usai kerja bakti, mereka berniat membersihkan tanganya dari cat dengan bensin. Nahas, salah satu teman Fian, HR, bermain korek yang akhirnya menyambar bensin di timba. Panik, HR menendang timba berisi bensin itu hingga mengenai Fian. (mas/rud/mie)