BPBD: Musim Kemarau Diprediksi Bisa Lebih Panjang

PASURUAN – Musim kemarau yang masih terjadi sampai saat ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan tetap rutin mengirimkan air bersih ke 20 Desa di 5 Kecamatan. BPBD memprediksi, kekeringan tahun ini bisa lebih panjang hingga akhir Oktober mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Bakti Jati Permana, Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan. Dia mengatakan, BPBD rutin menerima prakiraan cuaca dari BKMG. Dan disebutkan bahwa hari tanpa hujan di Kabupaten Pasuruan diprediksi sampai akhir Oktober mendatang.

“Menurut BMKG di Kabupaten Pasuruan hari tanpa hujan akan terjadi sampai akhir Oktober mendatang. Namun kami masih terus update lagi apakah kemarau masih terjadi pada bulan November apakah tidak,” jelasnya.

Dikatakan pada tahun 2017 lalu, hari tanpa hujan sendiri puncaknya hanya pada 2 bulan. Dan awal November sudah ada hujan. Sehingga tahun 2018 ini diprediksi kekeringan akan lebih lama. Ini lantaran puncak hari tanpa hujan sudah terjadi pada pertengahan Juli lalu dan diprediksi sampai akhir Oktober mendatang.

“Ini berarti ada 3-4 bulan hari tanpa hujan. Sehingga dengan prediksi tersebut pastinya BPBD akan rutin mengirimkan air bersih ke dusun di desa yang debit airnya mengecil,” jelasnya.

Selain dari BPBD dan Dinas Sosial juga Dinas Perumahan, PDAM. BPBD juga mengajak CSR Perusahaan untuk ikut membantu menyalurkan air bersih ke Desa yang debit airnya mengecil. Tercatat saat ini masih ada 20 desa di 5 Kecamatan yaitu Lumbang, Winongan, Pasrepan, Lekok dan Gempol yang debit airnya mengecil.

“Itupun juga dalam satu Desa hanya beberapa dusun yang debit airnya mengecil, misalnya di Lumbang , Desa yang terimbas debit mengecil, 75 persen dusunnya kesulitan air, sedangkan di Winongan dan Pasrepan hanya di dusun tertentu. Dan yang kesulitan inilah kami kirimkan air bersih setiap harinya,” pungkasnya. (eka/fun)