Istri Terjerat Utang untuk Gelar Pesta Pernikahan

PANDAAN – Keinginan untuk memeriahkan pesta pernikahan anak memang boleh-boleh saja. Tapi, tetap harus melihat kondisi kemampuan keuangan keluarga. Jika tidak, bisa berakhir seperti pernikahan Minthul dan Tole (nama samaran), warga Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan ini.

Ternyata, Minthul ngutang pada kenalannya untuk pesta pernikahan tersebut. Jumlahnya cukup besar. Kecewa. Itulah yang dirasakan Tole akibat perbuatan Minthul. Ia menilai sang istri bermewah-mewahan dalam merayakan pesta pernikahan putri mereka.

“Padahal, saya sudah wanti-wanti, semampunya saja. Kalau bisa sederhana ya sederhana saja,” ujarnya. Diakui dalam kehidupan bermasyarakat memang ada gengsi yang membuat pesta pernikahan ingin terlihat mewah. Tapi, Tole yang hanya pegawai rendahan itu mengaku berat jika harus membuat pesta pernikahan mewah. Meskipun itu untuk putri satu-satunya.

Hal itu ternyata membuat pernikahan mereka sendiri yang usianya hampir 30 tahun terancam kandas. Tole yang merasa dibohongi, mengaku jengah dengan kelakuan Minthul. Ia mengatakan, pernikahan dua anak lelakinya digelar biasa saja. Pada anak perempuan satu-satunya ini, Minthul memang ingin membuat yang wah.

“Seperti ada beban harus buat pesta yang meriah. Padahal, saya sudah mewanti-wanti semampunya saja,” jelasnya. Tole mengaku menyesal menyerahkan semua urusan kepada Mintul. Memang Tole sempat meminjam uang kantor untuk biaya nikah. Dari situ harapannya digunakan semaksimal mungkin untuk biaya nikah anaknya.

Tapi, Tole pasrah pada Minthul mulai katering, sewa baju, sound system, dan sebagainya. Pokoknya pada hari H, semua berjalan lancar dan menurutnya memang cukup meriah. “Mintul cuma bilang katanya ada uang dari calon suaminya, jadi saya ya santai saja,” jelasnya.

Namun, beberapa bulan setelah pesta, kegaduhan mulai terjadi. Beberapa orang datang menagih utang. Tole jelas kaget. Ternyata utang yang dimaksud untuk pesta. Jumlahnya juga tak main-main, karena yang memberi utang bukan hanya satu orang. “Utangnya ada yang Rp 5 juta, Rp 10 juta, Rp 3 juta, dan sebagainya. Kalau ditotal ya banyak,” jelasnya.

Mulanya, Tole ingin membantu menyelesaikan persoalan itu. Tapi, beratnya beban membayar utang, sampai-sampai Tole malah sering sakit. “Setiap hari gak tenang, bertengkar terus. Sampai-sampai buat makan sendiri saja susah,” ujarnya. (eka/fun)