Ssst, 30 Persen Penghuni Rusunawa di Kota Menunggak Sewa

PROBOLINGGO – Tidak semua penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kota Probolinggo taat membayar biaya sewa. Rata-rata setiap bulan, 20-30 persen warga menunggak membayar sewa.

Hal ini diungkapkan Andi Setyawan, salah satu warga penghuni Rusunawa Brantas. “Kalau di rusunawa tempat saya, kisaran 20-30 persen yang menunggak bayar sewa di masing-masing unit,” ujarnya.

Namun, sampai saat ini belum pernah ada warga yang harus keluar atau diusir dari rusunawa gara-gara menunggu membayar sewa. “Tidak pernah sampai seperti itu. Paling hanya mendapat surat peringatan satu kali, sudah langsung bayar,” ujarnya.

Menurut Andi, biasanya UPT Rusunawa yang memberikan peringatan pada warga penunggak uang sewa. “Surat peringatan diberikan melalui surat pertama, surat kedua, dan ketiga. Tapi bisanya diingatkan melalui surat pertama, sudah langsung dibayar,” ujarnya.

Sementara itu, biaya sewa rusunawa dibayar bulanan. Besarnya biaya sewa tiap lantai berbeda-beda. “Lantai 1 dan 2 setiap bulan dikenakan biaya Rp 100 ribu, lantai 3 Rp 90 ribu, dan lantai 4 Rp 80 ribu,” ujar pria yang juga ketua RW 5 di rusunawa ini.

Sementara itu, Agus Hartadi, kepala Dinas Perumahan Permukiman (Perkim) Kota Probolinggo membenarkan tunggakan uang sewa yang sering terjadi di rusunawa. “Data pastinya saya dak hafal. Tapi, selama ini warga yang menunggak tidak ada yang sampai diusir dari rusunawa,” jelasnya.

Untuk menghadapi warga rusunawa yang menunggak, UPT Rusunawa memiliki tahapan untuk menagih. Biasanya, warga yang menunggak mendapat surat peringatan.

“Tahapan pemberian surat peringatan ini, yaitu surat pertama, kedua, dan ketiga. Jika sampai tiga kali diingatkan tidak segera membayar, maka yang bersangkutan akan dikeluarkan. Tapi, sejauh ini belum pernah ada yang sampai dikeluarkan,” jelasnya.

Di Kota Probolinggo sendiri, saat ini berdiri tiga rusunawa. Yaitu Rusunawa Bestari di Kelurahan Mangunharjo, Rusunawa Brantas di Kelurahan Pilang, dan Rusunawa Semeru di Kelurahan Triwung Kidul. Saat ini, sedang dalam proses pembangunan Rusunawa di Kelurahan Mayangan, bersebelahan dengan fasilitas parkir Kargo milih Dishub Kota Probolinggo. (put/hn)