26 Hektare di 10 Kecamatan Ini Masih Diserang Ulat Grayak

DRINGU-Lahan pertanian bawang merah di Kabupaten Probolinggo, belum bebas dari serangan ulat grayak. Sejauh ini masih ada 26 hektare tanaman bawang yang terserang hama ini. Puluhan hektare lahan itu tersebar di 10 kecamatan. Mulai Kecamatan Leces, Dringu, Tegalsiwalan, Pajarakan, Gending, Kraksaan, Maron, dan  Kecamata Sumberasih.

Koordinator Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur Kasiadi mengatakan, sejauh ini tanaman bawang di Kabupaten Probolinggo, belum terbebas dari serangan hama. Namun, jumlahnya tidak banyak, kini tinggal 26 hektare. “Masih ada, tapi jumlahnya sudah tidak banyak. Sudah kami kendalikan dan tidak menyebar lama,” ujarnya.

Kasiadi mengatakan, dari 26 hektare lahan itu tidak ada yang sampai parah. Yakni, sekitar 8,45 hektare terserang ringan dan serangan sedang mencapai sekitar 18 hektare. “Yang parah tidak ada, hanya sedang dan ringan. Makanya saya katakan, sudah bisa kami kendalikan,” ujarnya.

Menurutnya, serangan hama ini tak lepas dari upaya para petugas pertanian dan para petani. Selama ini mereka terus menerus berupaya pencegahan dan pengendalian hama. Karenanya, hama yang dua bulan lalu menyerang lahan pertanian bawang seluas 75,9 hektare, kini sudah menurun.

“Upaya yang dilakukan petani dengan memilih telur ulat grayak. Sehingga, bisa mengurangi serangan. Selain itu, juga melakukan pengendalian dengan pestisida. Ada juga bantuan dari Dinas Pertanian berupa  agen hayati dan pestisida kimia. Ditambah pemasangan jaring,” jelasnya. (sid/rud)