Hanya PKL Lama yang Boleh Berjualan di Depan Masjid Agung saat Semipro

PROBOLINGGO – Pengecualian berjualan di depan Masjid Agung Raudlatul Jannah selama Semipro, hanya berlaku untuk PKL lama. Yaitu, PKL yang biasa berjualan di sana, sejak sebelum Semipro.

Penegasan ini disampaikan Sugeng Ariyadi, Sekretaris DKUPP Kota Probolinggo. Menurutnya, DKUPP tetap menetapkan jalur steril di depan Stasiun Probolinggo dan Masjid Agung.

“Dua lokasi di sekitar alun-alun tetap harus steril dari PKL. Yaitu di Jalan KH Mansur dan depan Masjid Agung. Di sana tetap tidak boleh untuk berdagang,” jelasnya.

Namun, di depan Masjid Agung, DKUPP masih memberikan toleransi. DKUPP menyebut, PKL lama tetap boleh berjualan di sana.

“Bagi PKL lama, bisa tetap jualan di sana. Nanti mereka mendapatkan identitas sebagai PKL. Tapi, untuk menambah PKL baru, sudah tidak boleh,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Subagyo, Kabid Perdagangan di DKUPP Kota probolinggo. “Lokasi depan stasiun tidak untuk pedagang. Begitu juga depan Masjid Agung. Untuk di depan Masjid Agung boleh digunakan PKL. Tapi, PKL lama yang berjualan sejak sebelum Semipro,” ujarnya.

PKL lama ini mendapatkan identitas resmi sebagai PKL Semipro. “Tapi, untuk menambah PKL berjualan di depan masjid tidak boleh,” tegasnya. (put)