Sebelum Jadi Rute Pendek, Ini Usulan Polresta soal Rute Pawai

MAYANGAN-Pendeknya rute pawai budaya Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) masih jadi perbincangan netizen. Rute pawai sendiri sempat mengalami sejumlah perubahan.

Nah, rute terakhir yang dipakai diambil H-2 jelang acara. Itu setelah digelar rapat di Mapolres Probolinggo Kota, Jumat siang (24/8).

Sebelum perubahan rute itu, pagi harinya digelar rapat pengamanan di kantor Satpol PP Kota Probolinggo. Saat itu Kabag Ops Polresta Kompol Bunari menyarankan agar rute pawai diubah. Saat itu memang belum ada kesepakatan, apakah rute pawai akan diubah atau tidak.

Kompol Bunari sendiri beralasan, rute pawai harus diubah karena melawan arus. Yaitu dari Jalan dr Soetomo menuju kantor wali kota.

“Ini bukan masalah keberatan dan tidak. Saya hanya menegakkan kebenaran sesuai dengan aturan hukum. Jangan sampai kita berupaya menghibur masyarakat, tapi melanggar hukum,” katanya.

Bunari khawatir, jika melawan arus, maka akan ada peristiwa yang tidak terduga. Seperti ada peserta yang jatuh. Lebih mengkhawatirkan, peristiwa itu kemudian viral karena pawai dilakukan tidak sesuai rambu-rambu lalu lintas.

“Karena itu, kami mengusulkan agar jalurnya diubah. Saya sudah berkoordinasi dengan Kasat Lantas, Kasat Sabhara, dan Kasat Intel agar start diawali dari Alun-alun Probolinggo saja,” ujarnya.

Sedangkan jalur persiapan bisa dilakukan mulai dari  Jalan Cipto Mangunkusumo. Atau dari Jalan Ahmad Yani sampai simpang empat jalan yang menuju Polresta.

“Startnya di pertigaan depan pintu masuk alun-alun ke Jalan Suroyo, pertigaan belok kanan selesai. Itu kan lumayan. Itu tidak melanggar arus,” jelasnya.

Jika tidak melawan arus dan masih ada kejadian yang tidak diduga, panitia menurutnya tidak berada dalam posisi yang salah. Artinya, panitia tidak melanggar.

Selain itu, pihak kepolisian menilai, ruas Jalan dr Soetomo sempit serta merupakan kawasan perekonomian. “Banyak parkiran di sana, serta lalu lalang kendaraan yang terlalu padat. Sedangkan di Jalan Suroyo lebih lebar, lebih sepi dan tidak melanggar arus,” jelasnya.

Namun, dengan berbagai pertimbangan, panitia Semipro akhirnya memutuskan menggelar rute pendek untuk pawai budaya. Yakni mulai pertigaan Jati Luhur hingga finis ke depan kantor Pemkot Probolinggo.

Gogol Sudjarwo, asisten Pemerintahan menjelaskan, rute pawai dari Jalan dr Soetomo-Pemkot Probolinggo ini, telah lama disampaikan ke masyarakat melalui media.  Namun, pihaknya menerima masukan dari kepolisian tersebut.

“Jika rute harus diubah, maka kami akan menyampaikan bahwa ini dilakukan karena pertimbangan keamanan. Sebab, sudah ada kesepakatan bahwa tidak ada lagi perubahan rute. Kemarin sempat akan mengubah rute, ternyata kembali lagi seperti kesepakatan awal,” ujarnya.

Namun, jika bisa pihaknya ingin ada diskresi atau pengecualian. “Jika ada diskresi, jalan ditutup dipakai untuk pawai. Jika diskresi bisa dilakukan, kami akan pakai rute awal. Kami harapkan rute awal ini yang dipakai,” ujarnya. (put/hn)