Duh, 5.340 Meter Persegi Terumbu Karang di Binor Paiton Rusak

PAITON – Terumbu karang di perairan Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, mengalami kerusakan. Total, kerusakan gugusan terumbu karang mencapai 5.340 meter persegi. Sejauh ini, belum ada pihak yang mau bertanggung jawab atas kerusakan terumbu karang tersebut.

Karena itu, Binor Green Community (BGC) melaporkan hal ini ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Mereka mengirim surat protes terbuka pada kementerian yang dipimpin Siti Nurbaya Bakar, itu. Surat itu dikirim organisasi pemerhati lingkungan itu pada Kamis (23/8) lalu.

Dalam surat tersebut, mereka menyampaikan keberatannya atas rusaknya terumbu karang di lokasi tersebut. Isinya, mereka menyayangkan tindakan-tindakan perorangan maupun korporasi yang merusak keindahan terumbu karang tersebut.

Anton Marsono, ketua BGC mengatakan, surat tersebut merupakan puncak kekesalan pihaknya atas kerusakan terumbu karang. Karena itu, surat tersebut meminta pada Menteri LHK untuk mencabut atau menangguhkan penghargaan PROPER 2017-2018 pada perusahaan di Paiton.

BGC juga meminta Kementerian LHK mengusut tuntas kejahatan terhadap lingkungan hidup dan perusakan keragaman hayati di bawah laut. “Surat beserta bukti video sudah dikirim via e-mail kepada biro Kementerian LHK,” terangnya. Sayangnya, pria yang akrab disapa Soni ini, tidak menjelaskan detail perusahaan mana yang diduga merusak lingkungan tersebut.

Sejatinya, BGC pernah melayangkan protes pada perusahaan yang lokasinya dekat dengan terumbu karang yang rusak tersebut. Hanya saja, surat tersebut belum direspons. “Belum ada iktikad baik untuk duduk bersama. Karena yang tahu tongkang batu bara di hadapan mereka adalah perusahaan. Saya tidak bisa melihat mereka bisa mengendalikan kerusakan lingkungan ini,” terangnya.

Kejadian tongkang yang menghantam terumbu karang sering terjadi. Harapannya, mereka bisa peduli kepada lingkungan. “Mereka boleh berbisnis di sini, tapi lingkungan juga diperhatikan. Sementara, saat kami temui, mereka saling lempar,” terangnya. (hil/rf)