Keluar Pikap, Warga Banjarsari Tewas Disantap Bus di Nguling

NGULING– Insiden memilukan dialami oleh Achmad Zaini, 65, warga Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Pria yang bekerja untuk program penghijauan milik perusahaan rokok itu tewas usah dihantam sebuah bus, Jumat pagi (24/8).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden itu terjadi di Jalan Raya Sedarum, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan sekitar pukul 10.00. Kala itu, Zaini mengemudikan mobil pikap L 9520 AK. Ia bermaksud mengambil air di bantaran sungai Sedarum untuk menyiram tanaman.

Sesampainya di sekitar sungai Sedarum yang jaraknya tak berapa jauh di sisi timur Poslantas Sedarum, Zaini menepikan mobilnya. Namun posisinya, tak berada di bahu jalan sepenuhnya. Sisi kiri mobilnya berada di bahu jalan, sedangkan sisi kanannya berada di badan jalan.

Setelah berhenti, Zaini pun keluar dari mobil. Namun petaka menjemputnya. Sebab, disaat bersamaan ada Bus Ladju bernopol N 7603 UW melintas dari arah barat.

Bus yang dikemudikan oleh Toha, 50, warga Desa Gading, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan itu melaju di jalur kiri. “Setelah mengetahui ada bus yang melintas dari arah belakang, dia sempat menutup pintu mobilnya dan merapatkan badan ke mobil,” kata Abdul Munif, teman korban.

Namun, upaya korban untuk selamat pun kandas. Jarak antara tubuhnya dengan bus tersebut cukup dekat. Sehingga, bagian perutnya terserempet bus.

Akibatnya fatal. Bagian perutnya mengalami luka cukup serius lantaran terkena gesekan kepala ikat pinggang yang dikenakan korban.

Korban langsung terkapar dengan perdarahan yang parah. Sejumlah petugas kepolisian yang datang langsung mengevakuasi korban. Jasadnya dibawa ke ruang pemulasaran RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan untuk divisum. (tom/mie)