Sebelum Ditemukan Tewas, Sempat Lari saat Didatangi Polisi

LUMBANG-Sahar, 45 warga Dusun Ketangi, Desa/ Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo yang ditemukan tewas di Desa Pamatan, Tongas sebelumnya sempat lari saat didatangi polisi. Ia saat itu bersama sejumlah rekannya tengah mempreteli mobil pikap di Dusun Ketangi, Desa/ Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo bersama empat temannya.

Informasi yang di himpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, Senin (20/8), sekitar pukul 13.00, rombongan petugas Polsek Lumbang dan Satreskrim Polres Probolinggo menggelar operasi cipta kondisi.

Saat sedang razia tersebut, rombongan polisi itu mendapatkan laporan bahwa ada kegiatan mencurigakan pemretelan pikap jenis L 300 di halaman rumah warga, Dusun Ketangi, Desa/ Kecamatan Lumbang.

Atas laporan itulah kemudian, rombongan bergerak ke lokasi. Saat itu, rombongan polisi mendapati ada 5 orang tengah mreteli pikap itu. Saat mengetahui petugas datang, tiga dari kelima orang itu ternyata ketakutan dan melarikan diri.

Hanya tersisa dua orang saat itu. Yakni Abdul Kahar, warga Dusun Sono, Desa Palang Besi serta Suyono, warga setempat. “Saat itu kami tidak melakukan pengejaran kepada yang lari. Tetapi, kami melakukan interogasi kepada kedua orang yang tidak kabur dan berada di lokasi,” ujar Kanit Reskrim Lumbang Bripka Dadang.

Menurut Dadang, dari hasil introgasi tersebut didapatkan bahwa pada Minggu (19/8) lalu, Kahar melakukan perjanjian dengan Sahar, 45, dan Darsono, 40, warga Ketangi, Desa/ Kecamatan Lumbang.

Perjanjian itu yakni mengenai pengantian kepala dan bak mobil pikap miliknya dengan harga Rp 12 juta. “Jadi, mereka melakukan perjanian untuk mengganti kepala dan bak kendaraan Kahar seharga Rp 12 juta. Dan pada Senin (20/8) itu disetujui. Dan Senin itu Sahar meminta Kahar membawa pikapnya,” terangnya.

Karena diminta untuk membawa, lantas Kahar membawanya ketempat yang telah ditunjuk. Yakni rumah Sami, warga setempat. setelah itu, barulah dilakukan oper kepala antara truk milik Sahar dengan truk milik Kahar.

“Sebelum rampung semua, petugas datang. Saat itu kami melakukan pengecekan surat surat dari dua kendaraan itu. Hasilnya yakni kendaraan Kahar lengkap. Sementara kendaraan Sahar tidak diketemukan dokumen kendaraan,” jelasnya.

Masih menurut Dadang, selang satu jam dari kejadian teresbut, petugas masih di rumah Sami, menerima laporan dari masyarakat. Yakni, Sahar ditemukan meninggal di Desa Pamatan, Kecamatan Tongas.

“Sebelum kami melakukan pemeriksaan terhadap Sahar ternyata sudah meninggal. Sebelumnya dia juga sempat datang dan langsung menggas motornya ketika melihat petugas. Saat itu, kami meilihat dia di sebuah warung dan sempat berbincang,” jelas Dadang.

“Namun, setelah itu kami dapat informasi bahwa dia kabur dengan cara berlari dan ditemukan meninggal itu,” imbuh Dadang.

Lebih lanjut, kepolisian sendiri masih terus menyelidiki kasus itu. Sebab, pihak kepolisian sendiri tidak berani untuk menyimpulkan bahwa kejadian pemretelan kendaraan itu kearah tindak pidana tau bukan. “Masih belum. Kami masih terus melakukan penyelidikan. Jadi untuk mengarah penggelapan mobil atau tindak pidana lain masih belum,” jelasnya. (sid/mie)