Disnaker Dorong Pencari Kerja Buat Kartu AK1 agar Terdata

CARI PELUANG: Para pencari kerja ketika antre mengikuti job fair yang pernah digelar di Kabupaten Pasuruan. Disnaker mengimbau agar pencari kerja membuat kartu kuning (AK1) agar mudah terdata. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Belum semua pencari kerja yang mampu disalurkan di perusahaan Kabupaten Pasuruan. Dari data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan, ada 6.073 pencari kerja terdaftar sampai semester 1 atau akhir Juni lalu. Dari jumlah tersebut, rasio penempatan yang berhasil di tempat kerja hanya mencapai 52,93 persen.

Agus Hernawan, sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan mengatakan, bahwa lulusan SMA/SMK atau sederajat atau sarjana dan lulusan lainnya memang cukup banyak yang mengurus AK1 sebagai syarat mencari kerja. Namun, memang tidak semua pelamar ada yang mengajukan AK1.

“Biasanya yang mengajukan AK1 ini yang membutuhkan prasyarat dari perusahaan atau lembaga lainnya. Padahal, kami dorong juga pelamar lain juga mengurus AK1 agar terdata di Disnaker,” jelasnya.

Disnaker sendiri memang mempunyai program lewat aplikasi. Di situ ada ratusan perusahaan yang terdaftar dan jika membutuhkan lowongan juga didata di Disnaker. Sehingga, jika ada pelamar yang sesuai spesifikasi, langsung dihubungi oleh Disnaker agar bisa mengajukan lamaran.

Dijelaskan Hermawan, masih adanya pencari kerja yang belum berhasil ditempatkan memang ada beberapa sebab. Pertama karena antara lowongan dan kemampuan pencari kerja tidak sama yang dibutuhkan. Disamping itu juga ada karena lowongan memang tidak imbang.

“Karena sekarang ada juga perusahaan yang menggunakan mesin sehingga kebutuhan tenaga kerja juga terbatas,” jelasnya. Selain itu, juga ada pencari kerja yang sudah mendapatkan kerja namun tidak melapor. Sehingga, terdata masih sebagai pencari kerja. (eka/fun)