Siapkan Raperda Pekerja Disabilitas untuk Kurangi Diskriminasi

PASURUAN – Penyandang disabilitas kerap mendapatkan diskriminasi. Termasuk dalam dunia kerja. Untuk meminimalisasinya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan mulai menjembatani agar lulusan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan Kabupaten Pasuruan.

Hal tersebut diungkapkan Agus Hernawan, sekretaris Disnaker Kabupaten Pasuruan. Dia mengatakan, bahwa penyandang disabilitas tetap memiliki hak untuk bekerja di perusahaan. Sebab, hal tersebut ditulis dalam UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Penyandang disabilitas tetap mempunyai kesempatan bekerja di perusahaan, bahkan perusahan juga wajib memberikan kuota untuk mempekerjakan disabilitas,” jelasnya.

Dalam UU tentang Penyandang Disabilitas, dalam Pasal 53 ayat (2) menyebutkan bahwa perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit satu persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja perusahaan. Agus mengatakan, paling tidak dari 100 pegawai harus ada 1 pegawai yang mempunyai keterbatasan.

Namun, tetap pekerjaan yang diberikan harus tidak memberatkan keterbatasan dari penyandang disabilitas. “Misal tunarungu, pekerjaan yang bising tidak menganggu pekerjaannya. Atau, jika ada mempunyai cacat fisik pada jarinya, pekerjaan yang tidak membutuhkan jari utuh bisa diberikan kepada penyandang disabilitas,” jelasnya.

Bahkan, saat ini sedang diwacanakan raperda mengenai disabilitas. Harapannya, penyandang disabilitas memperoleh kesempatan bekerja di perusahaan-perusahaan di Kabupaten Pasuruan.

Disnaker sendiri sejak tahun 2017 lalu menjembatani lewat program pencarian kerja di Disnaker. “Kami dorong yang lulus dari SMALB, mendaftarkan kartu AK1 atau Kartu Kuning di Disnaker. Sehingga, bisa kami tempatkan di perusahaan-perusahaan,” jelasnya.

Saat ini, dikatakan perusahaan sudah banyak yang memberikan kuota untuk disabilitas, khususnya perusahaan di PIER, Rembang. Tahun 2018 ini setidaknya sudah ada 40-50 disabilitas yang berhasil ditempatkan di perusahaan. “Targetnya bisa sesuai UU, dimana penyandang disabilitas mempunyai kesempatan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan,” pungkasnya. (eka/fun)