Napi Korupsi pun Kecipratan Remisi HUT RI

PASURUAN – HUT RI ke 73 tahun 2018 membahagiakan ratusan warga binaan Lapas IIB Pasuruan. Pasalnya, ada sebanyak 381 warga binaan yang mendapat remisi umum. Sedangkan tujuh warga binaan di antaranya bisa menghirup udara bebas setelah mendapatkan remisi umum bebas seluruhnya.

Kepala Lapas IIB Pasuruan Arimin menjelaskan, ratusan warga binaan yang mendapatkan remisi itu terdiri atas tiga belas perkara yang berbeda. Tertinggi, merupakan warga binaan perkara narkotika sebanyak 122 orang. Sisanya, merupakan perkara perampokan, pencurian, KDRT, hingga korupsi.

“Remisi umum HUT Kemerdekaan ini diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif. Di antaranya telah menjalani pidana minimal enam bulan, tidak terdaftar dalam buku catatan pelanggaran disiplin narapidana, dan mengikuti program pembinaan di Lapas,” ungkapnya.

Ia merinci, pemberian itu dibedakan dalam dua jenis pidana yang menyandung tiap warga binaan. Yakni, tindak pidana umum dan tindak pidana khusus. Rinciannya, sebanyak 371 warga binaan tindak pidana umum mendapat remisi. Sedangkan, warga binaan khusus sebanyak 10 orang. Masing-masing dari warga binaan tersebut mendapat potongan masa tahanan selama 1 hingga 5 bulan.

Termasuk juga terhadap warga binaan dengan perkara korupsi. Kata Arimin, warga binaan perkara korupsi pun bisa mendapatkan remisi. Namun, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi.

“Asalkan yang bersangkutan telah membayar denda dan uang pengganti. Jadi, kalau denda dan uang pengganti sesuai dalam putusan belum dibayarkan, maka tidak bisa diberikan remisi. Aturannya memang demikian,” tandasnya. (tom/mie)