Bakar Sampah, Lahan Kosong di Pekuncen Dilalap Api, Warga Panik

PASURUAN–Asap pekat mengepul dari lahan milik Pemkot Pasuruan di Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jumat siang (17/8). Tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Hanya saja, warga perumahan yang berdekatan dengan lokasi, terdampak asap yang cukup parah.

Insiden kebakaran itu berlangsung sekitar pukul 12.30. Lokasinya berada di sekitar Perumahan Istana Bestari, Jalan Wahidin Sudirohusodo. Kuat diduga, api bersumber dari satu titik yang semula dijadikan tempat pembakaran sampah oleh warga perumahan setempat.

“Padahal, sudah tidak diperbolehkan membakar sampah. Namun, tadi saya lihat sumber api dari satu titik di timur lahan,” ungkap Didik, ketua RT 2/RW 4 di perumahan tersebut.

Didik juga menyebut, warga setempat sebelumnya memang sudah meminta pemerintah agar ilalang yang ada di lahan tersebut agar segera dipotong. Sebab, tumbuhnya ilalang yang cukup tinggi itu, cukup mengkhawatirkan.

“Apalagi ketika musim kemarau saat ini kan potensi kebakaran cukup besar. Kami sudah dua kali berkirim surat ke dinas lingkungan hidup, mengajukan agar segera dibersihkan. Tapi, belum direspons,” tambah Didik.

Kencangnya angin siang itu, membuat api begitu cepat merambat. Kobaran api melalap ilalang yang cukup tinggi di lahan tersebut. Banyaknya bongkahan kayu bekas yang ada di lahan itu, juga menjadi pemicu besarnya api.

Dalam hitungan detik, api kian bergerak ke arah barat. Akibatnya, kepulan asap pekat membumbung tinggi di udara. Mendapati itu, warga sekitar pun kepanikan. Sejumlah warga yang memiliki anak bayi bahkan sempat khawatir lantaran asap yang cukup pedih apabila terkena mata.

Hingga, akhirnya mereka melaporkan hal itu ke BPBD Kota Pasuruan. Tak lama kemudian, dua unit mobil pemadam dikerahkan sekaligus. Keduanya ditempatkan di sisi barat dan timur lahan. Tujuannya, agar proses pemadaman api yang dilakukan dari dua sisi itu lebih cepat.

terbakar
DEKAT PERMUKIMAN: Sekitar 30 menit api bisa dijinakkan petugas. Kebakaran itu sempat membuat panik warga sekitar. (M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Sejumlah petugas pemadam pun berjibaku dengan api. Mereka langsung berupaya memadamkan api di titik terbesar. Bahkan, asap pekat pun diterjang. Petugas langsung menerobos ilalang di tepi lahan untuk memadamkan sumber api.

“Kendalanya memang kondisi angin yang cukup kencang. Sehingga, kobaran api begitu cepat merambat,” kata Sekretaris BPBD Kota Pasuruan Wasono Catur Aldoko.

Ia menambahkan, kencangnya angin itu memang cukup menyulitkan proses pemadaman. Berselang tiga puluh menit kemudian, kobaran api sudah dipastikan padam. Namun, sisa asap masih terlihat. Sehingga, petugas kembali melakukan pembasahan di area bekas kebakaran tersebut.

“Pembasahan dilakukan agar sisa api benar-benar padam. Sehingga, potensi berkobar jika ada angin lebih minim,” tandas Catur. (tom/fun)