Bayi Dibuang di Kalibuntu, Polisi Selidiki via Media Sosial

KRAKSAAN– Perburuan terhadap pembuang bayi laki-laki di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, tak semudah membalik telapak tangan. Buktinya, sampai Kamis Polsek Kraksaan, Polres Probolinggo, belum berhasil mengungkap kasus ini.

Kapolsek Kompol Joko Yuwono mengatakan, sejauh ini pihaknya masih menyelidiki penelantaran bayi yang ditemukan di teras rumah Rusmini, 45, warga Desa Kalibuntu. Pihaknya juga sudah berkoodinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan.

Salah satunya mencari informasi adanya warga yang diketahui hamil tua dan melahirkan. “Belum ditemukan pembuangnya. Kami masih menyelidiki kasus itu,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.

Joko mengaku sempat menemukan petunjuk di media sosial. Di sana ada salah satu akun yang menyebutkan bayi itu milik tetangganya. Sayang, tidak lama kemudian akun itu dihapus dan tidak diketahui jejaknya. “Kami sempat selidiki lewat dunia maya. Tapi, kami belum menemukan titik terang,” ujarnya.

Diketahui, Senin (13/8), sekitar pukul 01.00, seorang bayi laki-laki ditemukan di teras rumah Rusmini, warga Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan. Bayi yang diduga baru dilahirkan ini ditinggalkan tanpa baju dan hanya dibungkus kain jarit.

Bayi ini sempat dititipkan di rumah ketua RT setempat. Namun, kemarin bayi mungil itu diserahkan ke Pelayanan Sosial Asuhan Balita Terlantar milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo Retno Ngastiti Djuwitani mengatakan, bayi terlantar memiliki hak untuk dilindungi sebagai warga negara atau anak negara. Serta, kewajiban pemerintah untuk mengasuhnya.

“Saat ini hak asuk bayi itu adalah pemerintah. Karena itu, bayi itu diserahkan ke Pelayanan Sosial Asuhan Balita Terlantar milik Pemerintah Provinsi Jatim di Sidoarjo,” ujarnya.

Jika ada warga yang hendak mengadopsi, menurut Retno, harus mengikuti aturan dan tahapan supaya status bayi itu legal. Seperti, mampu secara ekonomi, masa penikahan minimal 5 tahun, dan tidak memiliki keturunan.

“Nanti diajukan ke Dinas Sosial Provinsi. Karena sekarang statusnya sudah diserahkan ke Dinas Sosial Provinsi,” jelasnya. (mas/rud)