Masuk Kemarau, Kunjungan Air Terjun Madakaripura Meningkat

LUMBANG – Jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke air terjun Madakaripura belakangan meningkat. Kenaikan itu, bahkan cukup besar yakni 20 persen lebih banyak, jika dibandingkan musim hujan.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, mulai Januari lalu tingkat kunjungan sekitar 2.466 wisatawan nusantara (wisnu) dan 76 wisatawan mancanegara (wisman); Februari sekitar 1.630 wisnu dan 33 wisman; Maret 531 wisnu dan 102 wisman; April 3.573 wisnu dan 188 wisman; Mei 3.050 wisnu dan 161 wisman; Juni 3.786 wisnu dan 199 wisman; Juli 5.001 wisnu dan 263 wisman; dan Agustus ini sampai dengan Senin (13/8) sekitar 879 wisnu dan 46 wisman.

Dari data tersebut, bisa dilihat bahwa dengan turunnya intensitas hujan, semakin meningkat pula tingkat kujungan wisatawan ke madakaripura.

“Memang di Madakaripura kalau musim kemarau, pengunjung pasti meningkat. Beda dengan musim hujan. Sebab, kami sebagai pengelola wisata memberlakukan sistem buka tutup selama musim hujan,” kata Kasi Pengelola Destinasi Wisata Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Dispora Parbud) Kabupaten Probolinggo Musa.

Masih menurut Musa, berlakunya sistem buka tutup yang dilakukannya selama musim hujan bukan tanpa alasan. Melainkan, hal itu demi keselamatan para pengunjung. Sebab, destinasi wisata alam tersebut saat hujan datang bisa membahayakan wisatawan.

“Itulah sebabnya kami lakukan sistem buka tutup. Sebab, kalau hujan takut banjir dan membahayakan para pengunjung,” terangnya.

Untuk saat ini, yang terbanyak yakni pengunjung dari Gunung Bromo. Menurut Musa, kebanyakan pada musim kemarau ini mereka yang berkunjung ke Gunung Bromo menyempatkan untuk mampir dan berwisata di Madakaripura. (sid/fun)