32 Siswa SDN Petamanan Tak Masuk Sekolah 3 Hari, Alasannya Nyeleneh

PANGGUNGREJO – Sebanyak 32 siswa kelas IIIB SD Negeri Petamanan, Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, kompak tidak masuk sekolah selama tiga hari. Penyebabnya, mereka kerap dijahili oleh salah seorang siswa anak berkebutuhan khusus (ABK).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, puluhan siswa ini tidak masuk sekolah sejak Jumat (10/8) sampai Senin (13/8). Aksi ini sebagai bentuk protes wali murid karena anak mereka kerap dijahili oleh siswa ABK berinisial F.

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, absennya puluhan siswa ini merupakan aksi spontan dari wali murid. Pasalnya, sampai saat ini tidak pernah ada solusi dari lembaga sekolah atas keluhan mereka.

Menurutnya, kejahilan F sudah dilakukan sejak kelas 1. Namun, wali murid memilih untuk bersabar. Sebab, saat itu orang tua F siap memberikan pendampingan. Namun, ternyata janji ini tidak pernah terealisasi. Ternyata, hingga kelas III, F tidak pernah berubah.

Menurut wali murid tersebut, F pernah mencakar telinga bagian belakang temannya sampai terluka. Kepada teman perempuan, F sering meminta kertas dan mencoret buku mereka.

Puncaknya, Kamis (9/8) lalu 32 wali murid mendatangi sekolah setempat untuk meminta adanya solusi bagi permasalahan ini. Namun, pihak sekolah tidak bisa memberikan solusi. Karena itulah, seluruh wali murid sepakat agar anak mereka tidak masuk sekolah dahulu.

“Kami khawatir dengan keselamatan anak kami. Rabu (8/8), F sempat memecahkan kaca jendela kelas. Kami bersedia siswa masuk besok (Selasa, 14/8, Red), tapi kami akan menemaninya selama di sekolah,” katanya.

Kepala SDN Petamanan Maskur menyebut, pihaknya sudah mencapai kata sepakat dengan wali murid. Ia berjanji sekolah akan berupaya memenuhi permintaan Dinas P dan K. “Ya, memang benar. Tadi sudah ada kesepakatan dengan wali murid, Dinas P dan K, serta sekolah,” jelasnya.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan Supriyadi membenarkan adanya absennya siswa kelas IIIB di SDN Petamanan. Pihaknya pun sudah mencoba memberikan solusi.

Ia menjelaskan, pihaknya bakal melakukan tes psikologi untuk menilai kebutuhan khusus yang dialami F. Jika memang F dinyatakan tidak mampu untuk mengikuti sekolah reguler, maka F bakal dipindah ke sekolah luar biasa.

Sambil menunggu hasil tes psikolog ini turun, pihaknya meminta agar sekolah menyediakan pendamping khusus bagi F. Sehingga, kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas IIIB tidak sampai terganggu.

“Kami sudah meminta agar seluruh siswa kembali masuk sekolah mulai besok (Selasa, 14/8, Red). Kami menjamin F bakal mendapatkan pendampingan khusus,” jelas Supriyadi.

Anggota Komisi I DPRD Kota Pasuruan Farid Misbah menjelaskan, ia sudah menerima informasi tentang hal ini. Ia pun meminta agar solusi tersebut dapat dijalankan dengan baik. Namun, orang tua siswa diharapkan tidak lepas tangan.

“Kami akan mengawal solusi dari P dan K agar dapat dilaksanakan oleh sekolah, sambil mencarikan solusi terbaik bagi F dan siswa lainnya,” ungkap Farid. (riz/rf/mie)