Sebelum Serahkan Diri, Kades Tlogosari Sempat Kabur ke Luar Kota

KRAKSAAN – Kades Tlogosari, Saton sejatinya sudah diincar polisi terkait pengembangan kasus pembakaran pencuri di Tlogosari, Juli lalu. Saat mengamankan 7 tersangka sebelumnya, polisi sejatinya sudah mencari sang kades.

Namun, saat itu Kades Saton tak ditemukan di rumahnya. Diduga, sang kades sudah mengetahui akan diamankan polisi. Lantaran itu, ia akhirnya sudah melarikan diri lebih dulu.

Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto mengatakan, pihaknya telah menetapkan sang kades sebagai target operasi (TO). Polisi pun telah melakukan pencarian hingga keluar kota.

“Tersangka ini sempat lari ke Jember dan Lumajang. Tapi Alhamdillah, semalam (Sabtu malam) sudah menyerahkan diri,” ujar Riyanto saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bromo.

Kades Saton menyerahkan diri dengan didampingi sejumlah keluarganya. Kades Saton pun langsung diamankan di sel Mapolres Probolinggo sejak Sabtu malam (11/8) itu.

Penetapan Kades Saton itu menggenapi jumlah tersangka kasus pembakaran pencuri menjadi 8 tersangka. Sebelumnya, polisi telah menetapkan tujuh tersangka terkait pembakaran pencuri motor hingga tewas pada awal Juli lalu.

Ketujuh tersangka itu adalah Amin, 45; Rofi, 36; Mistar, 43; Suparman, 43; Samin, 35; Sugi, 25; Edi Efendi, 21. Mereka semua sama-sama berasal dari Desa Tlogosari, Kecamatan Tiris, lokasi kejadian pembakaran terduga pencuri, Samhadi, 33, warga Desa Andungsari, Tiris hingga tewas. (mas/mie)