Dilurug Warga 3 Desa soal Air Mampet, Ini Penjelasan PDAM Kabupaten

LECES – Aksi sejumlah warga dari 3 desa di Kecamatan Banyuanyar yang melurug kantor PDAM Kabupaten Probolinggo langsung direspons. Perwakilan PDAM menemui sejumlah perwakilan warga dan menjelaskan kendala itu.

Gatot Wiyoto, 40, kepala manajemen internal PDAM wilayah Leces mengatakan, pihaknya akan menyampaikan tuntutan itu ke PDAM Kabupaten Probolinggo. “Kami akan melakukan perbaikan dan juga pembenahan pelayanan sesuai dengan tuntutan,” terangnya.

Terpisah, Direktur PDAM Gandi Hartoyo mengaku jika pihaknya selama ini mengkaji penyebab tidak lancarnya distribusi air bagi warga di 3 desa tersebut. Hasilnya, kondisi itu salah satunya dipicu jaringan sambungan rumah tangga yang dimassifkan, namun tidak diimbangi dengan ketersediaan air.

“Khususnya di wilayah selatan yang belum tersedia air. Untuk sambungannya mencapai sekitar 10 ribu lebih. Jaringan ini mengandalkan pipa gravitasi yang dibangun oleh BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai, Red) Provinsi Jatim pada 2015 lalu. Kapasitas dari pipa gravitasi yang tanpa menggunakan pompa atau listrik ini, sekitar 20 liter per detik. Tetapi, hingga saat ini masih belum bisa difungsikan,” jelasnya.

Agar bisa difungsikan, pihaknya terus mendesak provinsi merealisasikan program tersebut. Nantinya, distribusi air disalurkan pada pelanggan di Tiris, Maron, Banyuanyar, Tegalsiwalan, dan Kecamatan Leces.

“Kami berlakukan sistem giliran. Tetapi, dengan sistem ini maka muncul masalah lain. Salah satu contoh, ketika daerah A mendapat giliran, ternyata listriknya gangguan. Ternyata intensitas gangguan listrik di daerah selatan relatif tinggi. Hal itu membuat pelanggan resah,” terangnya.

Diketahui, puluhan warga dari tiga desa di Kecamatan Tegalsiwalan melurug kantor PDAM setempat. Mereka mengeluhkan suplai air yang mampet. (sid/rf/mie)