Kembali Sanksi Satu Perusahaan Karena Limbah, Lokasinya Disini

GEMPOL – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan kembali memberikan sanksi administrasi pada sebuah perusahaan. Yaitu, PT SR di Gempol.

Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Muchaimin menegaskan, sanksi diberikan karena ada pelanggaran dalam pengelolaan limbah di PT SR. “Ada satu perusahaan yang sudah kami beri sanksi administrasi berupa paksaan pemerintah. Yaitu, PT SR di Kecamatan Gempol,” katanya.

Keputusan ini diberikan setelah menindaklanjuti laporan dari warga setempat. Berdasarkan laporan warga itu, pihaknya melakukan survei dan sidak lapangan di PT SR.

Hasilnya, ditemukan sejumlah pelanggaran dalam pengelolaan dan pembuangan limbahnya. Baik limbah cair, maupun bahan beracun dan berbahaya (B3).

Pengelolaan limbah cair di PT SR menurutnya, tidak maksimal. Bahkan, ditemukan sejumlah saluran siluman untuk membuang limbah cair.

Sementara untuk limbah B3, PT SR melakukan open dumping atau penimbunan secara terbuka di lokasi pabrik. Padahal seharusnya, limbah B3 dikelola pihak ketiga atau pengelola resmi limbah B3.

“PT SR wajib memperbaiki sistem pengelolaan dan pembuangan limbah yang dihasilkan. Baik itu cair, maupun B3. Durasi waktunya sekitar dua bulan, harus tuntas,” ungkapnya.

Seperti diketahui, DLH terus melakukan pengawasan intensif terhadap pengelolaan dan pembuangan limbah perusahaan di Kabupaten Pasuruan. Pekan ini, DLH segera memberikan sanksi administrasi berupa paksaan pemerintah pada lima perusahaan di Kecamatan Beji. Antara lain, PT WJC, BN, MMP, MCA, dan UJK. (zal/fun)