Bakal Gandeng Polisi Agar Aturan Siswa Dilarang Bawa Motor Efektif

PANGGUNGREJO-Larangan membawa motor bagi siswa SMP di Kota Pasuruan kini sudah diaplikasikan. Dinas Pendidikan memastikan di lembaga sekolah sudah terlaksana dengan baik karena banyak sekolah yang menyosialisasikan sejak awal. Bahkan, untuk memantapkannya, dinas akan menggandeng kepolisian.
Namun, Dinas Pendidikan meminta adanya kesadaran dari wali murid agar larangan ini dapat dilaksanakan. Karena tanpa kerja sama dan kesadaran orang tua, maka masih akan ditemui siswa SMP yang membawa motor ke sekolah.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan Supriyadi mengungkapkan, larangan membawa motor bagi siswa SMP sudah dilaksankan oleh setiap sekolah. Sejauh ini, implementasi larangan ini sudah berjalan lancar.

“Sosialisasi dilakukan oleh masing-masing sekolah. Dulunya masih ada siswa yang bawa motor. Tapi, Alhamdulillah, sekarang sudah tidak ada lagi,” katanya.

Supriyadi menjelaskan, larangan ini hanya mengikat di dalam lingkungan sekolah. Sehingga, pihaknya tidak dapat menjangkau siswa yang memilih untuk menitipkannya di luar lingkungan sekolah. Karena itu, ia berharap ada kerja sama dengan wali murid.

Dalam waktu dekat, Dinas P dan K akan melakukan koordinasi lanjutan dengan instansi terkait baik lembaga sekolah, wali murid, dan Satlantas. Hal ini bertujuan untuk membahas soal antisipasi siswa yang tetap melanggar larangan ini.

“Kami tidak ingin sampai ada siswa yang jadi korban kecelakaan. Makanya, ada larangan ini. Kalau bisa, orang tua ikut mendukung,” ungkap Supriyadi. (riz/fun)