Sore Ini Hadapi Malang United, Persekabpas Waspadai Akumulasi Kartu

BANGIL – Kemenangan 4-1 atas Persesa Sampang memang membuka jalan untuk Persekabpas Pasuruan lolos ke babak berikutnya. Namun, mereka harus melewati ujian lanjutan dengan mengalahkan Malang United Kamis sore (9/8) nanti.

Kemenangan sangat dibutuhkan untuk mengunci peluang lolos ke babak selanjutnya. Jika menang, tiket untuk lolos 16 besar dipegang.

Namun, untuk meraih kemenangan tersebut, tentu tak mudah. Selain faktor kelelahan, tidak semuanya pemain inti bisa ditampilkan menjadi ancaman. Hilangnya bek tangguh, Joko Supriyanto bisa menggulingkan asa Persekabpas untuk menang.

Dalam laga melawan Persesa Sampang, terjadi banjir kartu. Tercatat wasit Fatkuroji asal Jombang, mengeluarkan 8 kartu. Dua merah dan 6 kuning.

Di kubu Persekabpas, ada 3 pemain yang terkena kartu kuning. Di antaranya M Misbahul Huda, kapten M Faruq, dan striker Rico Hardiansyah. Sementara di kubu Persesa juga empat, dengan kompisisi yang sama.

Jelas ini membahayakan Persekabpas. Terutama bagi tiga pemain vital yang terkena kartu kuning. Jika terkena kartu lagi, pemain ini bakal absen seperti Joko Supriyanto.

Pelatih Persekabpas Pasuruan Kasianto mengakui, Joko Supriyanto merupakan bek tangguh. Namun, ia meyakinkan, kalau posisi Joko masih bisa diisi pemain yang lain. “Karena Joko tak bisa tampil imbas akumulasi kartu, maka kami akan tempatkan Dino Bagio sebagai pengganti posisinya,” terang Kasianto.

Ia menguraikan, hampir semua pemainnya bisa ditampilkan. Mereka semua dalam keadaan fit, meski ada sedikit kelelahan.

“Besok (Kamis, Red) akan kami evaluasi. Pemain-pemain mana saja yang siap tampil. Tapi yang jelas, sepertinya semua pemain siap tanding. Kecuali Joko yang tak bisa tampil,” imbuhnya.

Melawan Malang United, formasi 1-4-1-4 akan diterapkannya. Rico Hardiansyah tetap dipercaya untuk bisa mengoyak pertahanan lawan. Dia akan disokong M. Faruq untuk bisa membobol gawang lawan.

“Target kami adalah memenangi laga. Meski kemungkinan tak mudah. Tapi, kami optimis bisa menang,” urainya.

Di sisi lain, pelatih Malang United, Rohmat Santoso mengungkapkan, timnya kurang beruntung lantaran ditaklukkan Blitar Poetra. Strategi di lapangan, kata dia, kurang berjalan dengan maksimal. Pihaknya pun akan melakukan evaluasi.

Menurutnya, penyebab kekalahan pertandingan karena kepercayaan diri yang terlalu tinggi. Sehingga, mereka sering lengah akibat tekanan dalam diri yang terlalu bernafsu ingin menang.

Dalam pertandingan berikutnya, ia akan memperbaiki masalah mental. Termasuk motivasi agar kembali percaya diri. “Strategi tidak akan banyak berubah. Cuma kami harus menghadapi tuan rumah,” terang Rohmat. (one/riz/fun)