Pajak Air Bawah Tanah Capai 89 Persen, Angkanya Miliaran

PASURUAN – Penerimaan Pajak Air Bawah Tanah (ABT) di Kabupaten Pasuruan sudah mencapai Rp 16,19 miliar. Angka itu diperoleh hingga memasuki akhir Juni lalu. Jumlah tersebut sudah cukup tinggi yaitu sudah mencapai 89,97 persen dari target yang ditentukan sampai akhir tahun sebesar Rp 18 miliar.

Mokhammad Syafi’i, kabid Pendataan, Penetapan, dan Pelaporan Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan mengatakan, pajak ABT di Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu pajak daerah yang penerimaan realisasinya cukup tinggi sampai semester pertama kemarin. Bahkan, sudah mencapai lebih dari separo target.

“Dari target Rp 18 miliar, realisasi sudah mencapai Rp 16,19 miliar. Sehingga, memang jauh melebihi separo target atau 89,97 persen sampai pertengahan tahun,” jelasnya.

Pajak ABT merupakan penggunaan air bawah tanah yang biasanya digunakan oleh pabrik atau perusahaan. Biasanya, pabrik atau perusahaan melakukan pengeboran hingga lebih dari 100 meter untuk memanfaatkan air bawah tanah. Umumnya digunakan untuk kebutuhan proses produksi.

Syafi’i menjelaskan, berbeda dengan pengunaan air bawah tanah untuk rumah tangga yang biasanya hanya di kedalaman 15-30 meter. “Untuk kedalam kebutuhan rumah tangga, tidak kena pajak ABT karena memang tidak sedalam kebutuhan industri yang bisa mengebor sampai kedalam lebih dari 100 meter,” jelasnya.

Sedangkan untuk air Umbulan misalnya, tidak dikenakan pajak ABT lantaran merupakan air permukaan dan bukan air bawah tanah.

Biasanya untuk pajak ABT, banyak digunakan untuk perusahaan pengelolaan juga perusahaan air minum dalam kemasan. Tingginya penerimaan sampai semester pertama kemarin lantaran selain ada penambahan wajib pajak baru juga perubahan pemakaian air di industri, sehingga mengerek penerimaan Pajak ABT.

Dengan realisasi yang sudah mencapai 89,97 persen, BKD Kabupaten Pasuruan optimistis target bisa tercapai sampai akhir tahun. “Akan kami evaluasi juga, jika bisa diusulkan dinaikkan target pada perubahan APBD mendatang. Ada kemungkinan dinaikkan targetnya,” pungkasnya. (eka/fun)